10 March 2016

Makan Bakso di Pendakian Kawah Papandayan

Sengaja checkout pagi
Jam 9.30 dari Kebun Mawar
Karena rute selanjutnya adalah
Kawah Papandayan, trus Ke Tasik dan Langsung Pangandaran

Kawah Papandayan

Menurut si Google map,
Dari Kebun Mawar ke Papandayan
Jaraknya sekitar 1jam


Lagi di jalan,
Tiba tiba suami kasih tau
Kalau lampu indikator bensin menyala
Mmm.. Sempat panik deh,
Akhirnya berhenti dulu,
Cek buku manual dan googling,
Ketemu petunjuk dari mbah google
Namun setelah di ikuti,
Ternyata tetap tidak berhasil.
Lampu indikator tetap nyala

Setelah hampir 1jam,
Berhenti dipinggir jalan,
Akhirnya bismillah aja deh
Mudah-mudahan gak mogok di atas gunung :)


Suasana Jalan yang rusak, Percaya deh ini cuma sedikit doang, sisa nya Beton Super Mulus


Jalan Menuju ke Papandayan ini,
Tidaklah seseram yang dibayangkan,
Jalanan disini sudah mulus,
Dan ber-aspal, kabarnya pemerintah Garut
Sudah andil memperhatikan pariswisata papandayan ini,
Nah nunggu gebrakan yang lain nih
Meskipun ada seberapa bagian
Jalanannya masih rusak,
Mungkin disebabkan oleh hujan terus menerus.


Para pendaki Sejati


Motor Xtrail serba bisa

Selama perjalanan menuju Papandayan ini,
Kita sering berpapasan dengan pendaki
Yang turun dengan mobil bak-mobil pick up
Dengan bawaan nya yang segunung tentunya
Dan bahkan juga banyak,
Para pendaki ini, turun berjalan kaki
Mmm nekat atau kuat banget
atau kehabisan uang ya?
Jalanan beberapa kilo +bawaan banyak
Turun jalan kaki ?



Nah di pintu masuk,
Kita di kenakan biaya masuk
HTM mobil : Rp 15k
Htm orang Rp 7.500

Anehnya lagi,
Sampai diatas mau mendaki papandayan,
Dikenakan biaya masuk lagi,
Biaya Masuk + biaya Parkir
Dan biaya Kebersihan ...
(Mmm, trus tiket pertama biaya apa doonk?)


Suasana Parkiran Mobil yang Sangat Padat, Sisa 1 Jalan 2 ara Pula !


Ternyata Papandayan
Rame banget di hari minggu itu,
Mmm karena peakseasson.
Banyak mobil yang sudah parkir
Baik memenuhi area parkir
Maupin disisi kiri kanan jalan,

Sehingga hanya menyisakan 1 jalan saja.
Dan parahnya, mobil
Suka turun dengan arah berlawanan,
Sehingga bagi yang berpapasan,
Harus attrack/mundur dulu-sementara
Belakanganya sudah ada mobil/ motor lain
Nah loh.. Jadi untuk urusan parkir saja
Sudah ribet.
(Padahal sudah bayar 2x belum termasuk jasa tukang parkir nantinya)

Lucky us,
Kita dapat parkir mobil,
Trus kita jalan kaki,
Ke dalam kawasan papandayan.
Nah disini, ternyata juga ada kawasan parkir
Pantesan saja ada 2 mobil
Yang saling berpapasan.


Dan motorpun tidak kalah Banyaknya
Parkir disini,
Sisi kanan mulai memasuki
Pendakian papandayan.


Pos Pembayaran Ke-2





Menurut informasi
Diloket pembelian karcis ke-2
Menuju kawah papandayan saja,
Memerlukan waktu 1 jam berjalan kaki.
Mendengar saja mulai lemas nih hihi

Apalagi anakku yang pertama.
Baru berjalan beberapa meter
Mukanya mulai mengkerut.
Trus tiba tiba berhenti bilang capek
Waduuh !

Suasana Pendakian, dengan Jalan Yang Super Lebar


Jalan disini, tidak se-lelah waktu di Bromo Kok


Anak-anak lagi Bete buat jalan



Padahal jalanan Papandayan ini
Cukup luas lebar kira-kira 2.5meter.
Jadi yang mau naik
Dan turun jika berhenti sebenarnyapun
Tidak akan terhambat
Dan medan pendakiannya pun juga
Tidak berat, jalan santaipun bisa

Berbeda banget jika waktu
Ke Pendakian Dieng atau Bromo,
Lebar jalan cuma 1 meter,
Dan bertangga.
Itu dipakai untuk orang yang turun/naik
Nah jika berhenti pasti akan macet
Dibawah nya.

Hi..Here we are...

aaah saya sudah lemas aja nih
Lihat anak yang gak mau ikut.
Untunglah waktu itu saya membawa
Si-mbak dari jakarta
Akhirnya, saya memutuskan
Anak-anak kembali ke mobil bersama mbak
Dan saya tetap ke kawah papandayan
cihuuy berdua kayak honeymoon hihi


Disuburnya Indonesia ya, meskipun di Kaki Kawah begini tetap Tumbuh Tanaman :)


Suansana Bebatuan yang bikin Jalan an menantang





Motor-motor ini sepertinya mengankut berbagai Kebutuhan Pendaki diatas


Jika dipilir pikir,
Mmm bisa saja sih,
Sebenarnya jalan ini,
Dibikin rata, beton dan ber-aspal
Tapi tentu tidak ada lagi seni dari pendakian itu,
Dan nilai jual papandayan ini ya :)


hei.. Ke GAP..


Trus Kita menyusuri lagi
Jalanan papandayan yang full bebatuan krikil ini,
Kebetulan ada rombongan anak anak smp
Yang bernasis ria diatas batuan
Aah jadi pengen ikutan hihi
Tapi sayang, anak anak tersebut
Mulai merusak alam
Dengan mencoret batu membawa cat pilox
Mmm mau negor, saya takut disabit hiiks





Trus lanjut lagi ke atas,
Kita berjalan perlahan,
Tanpa menggunakan perlengkapan
Apapun, bahkan saya hanya
Menggunakan sendal jepit saat itu

Beda banget dengan pendaki pendaki
Yang memang sudah niat mendaki
Membawa peralatan penuh di punggung
Plus tongkat dan tak lupa sepatu gunung







Sampai akhirnya di atas,
Saya stop dulu
Aaih kok bisa bisanya ada penjual bakso disini
pengen ngaso sambil makan bakso dulu ah :)
Jadilah saya fixed makan bakso
Sama suami

Tampak si abang bakso ini,
Mendaki tanpa bantuan motor
Jadi asli dia manggul gerobak bakso
Yang yang pake kompor itu ke atas papandayan ini

Mmm hebat euuy..
Mengingatkan saya waktu di bromo
Juga ada pedagang bakso diarea itu



Honeymoon every Place






















Abis makan bakso,
Lanjut lagi ke atas.
Sebenarnya jalanan hampir sama saja
Batuan dan krikil, putih dan kuning
Dari sana sudah mulai tampak
Puncak gunung dan asap kawah mulai mengumpal.
Mmm katanya masih butuh 1/2jam perjalanan lagi.

Tapi bagi saya,
Sudah cukup sih,
Segini dulu pendakiannya.
Dan sudah terlepas dari rasa penasaran saya :)
Karena siang ini, harus lanjut ke Tasik


Kemudian saya dan suami
Kembali ke Mobil.


Nb :
-Di area kawasan parkiran
Sudah tidak ada sinyal Hp

-Untuk GPS, silahkan instal
Garmin Indonesia (berbayar)

-Banyak pedagang makanan dan minuman
Di kaki papandayan ini (area parkir)
Namun pada bagian atas tidak terdapat warung

-Cek fisik kendaraan, pastikan kendaraan anda aman
(Tidak ada Sinyal Hp merepotkan untuk komunikasi/minta bantuan)




























No comments:

Post a Comment

..Semoga bacaan ini bermanfaat, Jangan lupa tinggalkan komentar ya..
----Terima Kasih---