05 March 2016

Wisata Rakit di Candi Cangkuang

Rute perjalanan saya selanjutnya
Adalah Candi Cangkuang,

Jika Dari chocodot,
Saya menuruni jalan kearah 
Pusat kota Garut lagi

Semedi di Rakit :)
aahh Garut Kenapa ada Macet juga ??
Ahh entah kenapa
Waktu itu jalanan pake ditutupin
Pak Polisi,
Sepertinya ada pejabat yang
Bakal lewat..
Mmm bisa merusak itenary saya nih
Penutupan jalan ada sekitar 15menit,

Beruntunglah abis itu
Jalan dibuka kembali,
Trus saya mulai
Mengikuti petunjuk Mbah waze

Mmm.. Jalanan tampak kecil,
Jika berpapasan dengan kendaraan
Disisi kanannya, ada pematang sawah
Mungkin harus bergantian
Untunglah saat itu lancar,
Jam 12.30 kita sampai di Candi Cangkuang
(Lupakan lunch untuk sesaat)


Di Pintu Masuk Cagar Budaya Candi Cakuang

HTM, jangan di Buang sampai Pintu masuk ke-2 ya

HTM Candi Cangkuang ini
Anak-anak Rp 2ibu
Dewasa Rp 3rb
Parkir mobil Rp 7rb

Trus naik Rakit :
Anak-anak Rp 2rb
Dewasa Rp4rb
Borongan Rp 80rb/rakit

Ya jujur aja sih,
Wisata Candi Cangkuang ini,
Bukan melihat Candinya
Tapi merasakan naik Rakit nya hihihi
(Mmm abis wisata rakit khan sekarang
Sudah jarang bingit)

Untuk Ke Candi, Kita Harus menyeberang dengan Rakit

Karena untuk melihat candi,
Kita harus menyeberangi melalui rakit
Rakit-rakit ini sudah parkir cantik di depan situ/kali
Mmm.. Apajadinya nanti,
Jika pemerintah membangun jembatan penyeberangan ya?
Bisa jadi wisata ini pun jadi sepi

Karena saat itu,
Tidak ada rombongan yang bareng kita
Maka saya pun akhirnya
Menyewa rakit dengan Borongan Rp 80k
(Tapi ditungguin sih pulang pergi)

Awalnya Takut-tajut menaiki Rakit

Titanic Versi Rakitnya *gleek

*cilukbaa

Depan Selfie, Belakangpun Pada Selfie :)

Para Rombongan Yang menaiki Rakit Lainnya

baru 1x nih Naik Rakit ini,  maklum di Jakarta Gak nemu

Horeey

Heii selfie selfielah
Kita di atas rakit ini,

Mmm ternyata mengendalikan rakit ini
Gak gampang ya.
Si Abang rakit itu,
Harus berdiri dan berpindah pindah
Posisi untuk mengatur rakit
Agar berjalan lurus sesuai arah


Untunglah rombongan kita

Cukup langsing-langsing
Dan jumlahnya cuma 5 orang,
Lah kalau makin banyak orang,
Tentunya makin berat ya??
Harusnya pakai tenaga diesel
Seperti mesin kapal :)

Si Abang Adek ini, mendorong Rakit Sendiri

Sampai juga di ujung situ/Danau
Kita mulai deh
Memasuki kawasan situ
Yang di pagari,
Nah di panjang situ itu,

Terdapat pedagang oleh-oleh
yang berjejer rapi
Dengan barang dagangan yang nyaris sama semua.
Anehnya tapi untung buat saya mereka
Gak kekeuh nawarin dagangannya
Seperti di Bali ya,
Kalau gak rontoklah iman shopping sayah haha 

Pedagang Kentang Lilit, Bahasa Kerennya Twister Potatoes
Menyusuri Jalan di samping Candi

Trus, sebelum memasuki daerah candi
Ada komplek Perumahan
Konon katanya, Sunan Arif Muhammad
Penyebar agama Islam di daerah ini,
Sunan ini memiliki 6anak perempuan
Dan 1 laki-laki.
Nah yang anak perempuan memiliki,
masing2 rumah ini,
sementara anak laki-laki
Hanya boleh tinggal di mesjid

Konon Kabarnya di Kampung Pulo ini,
Terdapat beberapa larangan yang
tidak boleh dilanggar penduduknya.

Larangan tersebut diantaranya :
-Tidak boleh ada dua kepala keluarga
yang tinggal dalam serumah,
-Tidak boleh memelihara hewan berkaki empat yang besar,
-Tidak boleh ada bangunan yang
berbentuk jurey dan
-Tidak boleh menabuh goong besar.
Jika larangan ini dilanggar,
maka akan ada bencana besar melanda.

Selamat Datang di Kampung Pulo

Merupakan Cagar Budaya Kp Pulo
Kampung Pulo ini, ada di Buku Pelajaran Anak saya :)

Sejarah Kampung Pulo




6 Rumah Kampung Pulo, yang di Jadikan Cagar Budaya dan MAsih ditempati

ini Masjid Kampung Pulo

Dulu juga Pernah ada Film mengenai Sunan di Kampung Pulo ini

He're we are

Nah abis itu baru deh masuk ke dalam kawasan candi.
Oya tiket yang sudah dibeli
(Sebelum menyeberangi rakit)
Jangan dibuang ya. (Untung saya belum sempat kebuang)
Karena ada pemeriksaan dipintu ke 2
(Tiketnya kenapa diambil ya?,
Gak dikembalikan lagi )

Pemeriksaan Tiker di Loket ke-2




Sejarah Candi Cangkuang ini,

Baru ditemukan tahun 1974
Setelah sebenarnya
Sudah sempat habis,
Dan di Pugar/di bangun kembali
dan dilestarikan oleh
Pemerintah setempat.

Jika ke Candi Cangkuang ini,
Jangan membayangkan luasnya
Seperti Candi Borobudur dan Prambanan ya.
Disini, Candinya cuma 1 buah,
Di depan Candi ini,
Terdapat makam Sunan Arif Muhammad


inilah Penampakkan Candi Cangkuang

we'r The Oranges :)

Belakang yang di Pagari, merupakan Makam Sunan Arif Muhammad

Sejuk segar berada di Candi Cangkuang

Keliling Candi Cakuang ini
Sejuk banget, kiri kanannya
Banyak pohon-pohon tinggi
Dan berbukit.
Sekilas mirip banget
Dengan Benteng Fort de klok Bukittinggi

Wajar sih, selain rindang
disini tempat yang nyaman buat pacaran,
banyak ditemukan
Abg-abg sedang PC-PC
Khan gak bakal keliatan emak bapak hihi
(Nyebrang rakit soalnya, berat di ongkos)


Candi Cangkuang Abad ke ke 8

Banyak Pohon-pohon Besar di Area Candi Cangkuang

dan ini, sepertinya makam Penduduk sini

Trus disini juga ada
Tempat sebagai museum, dari sejarah Candi Cangkuang
Mmm sebelum ada kertas,
Ternyata penduduk sini
Menulis dengan menggunakan daun..
Yang dikeringkan trus ditulis deh
(Mmm apakah Duluan daun lontar atau daun ini ya?)


Museum Candi Cangkuang, bisa bertanya dengan Petugas yang berjaga

Proses Pemugaran Candi Cangkuang


Setelah Puas mengitari area Candi
dan Museum, kita kembali melewati
Pagar, luar Kampung Pulo

Eiits tiba tiba warna dikejutkan
Oleh ular pohon berwarna hijau
Tiba-tiba jatuh dari pohon hhii
Untung gak di depan sayah

Menyusuri Jalan di samping Candi

Tak lupa membeli Miniatur Rakit ini :)

Trus saya gak tahan,
Melihat souvenir yang identik
Di sini? Yaitu miniatur rakit-rakit
Candi cangkuang, dan kambing Garut
Dan suprise harga nya juga
Gak mahal-mahal banget
Rakit dan kambing ini cuma Rp 15ribu,
Gantungan kunci Rp 5ribu
Ya lumayan lah..buat nambah koleksi
Di lemari, sebagai tanda
Sudah ke Garut :)


Kita Kembali lagi,
menuju Area Pintu masuk
dengan mengarungi Rakit lagi,
si-abang Rakit dengan setianya menunggu saya
Seharian pun pasti ditunggu kali ya






Seru juga Naik Wisata Rakit


Trus Rute saya,
ternyata kembali ke Arah atas lagi
dan melewati area Penutupan Jalan yang tadi
Beruntunglah, pada sisi Seberangnya,
jalan sedang di buka..

ooh Pak Polisi Tau saja,
ada Isrti Pejabat (saya haha)
sedang lewat  :)

Kemacetan, Jalanan di Tutupdi 1 sisi


Nb:
-Jika berminat beli oleh-oleh
Khas candi cangkuang
Beli lah di luar Candi.
Karena disini lebih banyak pilihan
Dari pada Pakiran mobil


baca juga :
Saya Kapok ke Borobudur
Hanya Se-saat di Candi Arjuna Dieng
Ngapain saja di Benteng Fort De Kock ?
Wilujeng Sumping Garut Bolang !
Nginap di danau Dariza, ini teh Garut atau Padang ??

No comments:

Post a Comment

..Semoga bacaan ini bermanfaat, Jangan lupa tinggalkan komentar ya..
----Terima Kasih---