16 March 2016

Menggadaikan Nyawa di Green Canyon


Di Touring Garut-Tasik dan Pengandaran kali ini,
saya memasukan Tujuan Wisata 
Grand Canyon didalamnya

Siapa sih yang tidak kenal 
Grand Canyon Pengandaran???
Sudah Lama terlintas keinginan,
namun Finally akhirnya baru Kesampaian.

Di Staklanit Green Canyon
Selama perjalanan, dan Pagi Pas Hari H 
saya masih Berdoa dan komat-kamit
agar Cuaca Hari ini Cerah, Tidak Hujan
Agar Bisa ikut Body rafting Grand Canyon.

Kenapa Komat-Kamit??
yaaa.. Karena Saat itu Merupakan
Masih Musim Hujan

Di Bulan Februari, cukup Nekat memang
*Gak Pakai Mikir saat itu

Pagi-pagi sengaja Check Out dari Hotel The Ermajas
trus langsung menuju tempat Grand Canyon
Sempat Nyasar ketika mengikuti petunjuk om google
Akhirnya, kita melihat keramaian,
dan Plang BARAJA body rafting green canyon
dan Stop lah kita disana.

Saat Mobil Parkir,
kitapun disamperin oleh Guide,
Nanya-nanya sebentar mengenai Keamanan,

Jika membawa anak-anak apakah Bisa??

dan Sang Guide Menjawab Bisa,
Nanti kita akan didampingi oleh 2 Guide sampai Selesai..
yeaay Jadi juga kita body Rafting di Grand Canyon

Minimal 1 Perahu, 5orang
Beruntung kita Lengkap 5 orang
dengan Biaya Rp 200rb/orang
(Tarif anak-anak sama)

Sang Guide Dicky, sibuk menyiapkan peralatan anak-anak



Setelah Siap-siap, kita dilengkapi
dengan Pelampung Badan (apa sih namanya)
trus wajib memakai sepatu Karet
(telah disediakan disana)
Dilarang keras Membawa barang-barang berharga lainya
seperti Dompet dan Kunci Mobil, uang, minuman, dan Handphone
(Jika tidak dilengkapi dengan cover anti air)

Oya kita dilarang menggunakan Mobil Pribadi,
karena Kita akan dibawa dengan Mobil Pickup
(Mobil Bak Terbuka)

*Suer di dalam Hati,
kenapa Pakai Mobil Pickup ini ya??
Perasaan dari Blog-blog yang say baca tidak ada
yang menceritakan sedetail itu??


On the Picup


Baru Medan Pembuka euuy




Dan Akhirnya Mobil Pickup itupun
membawa kita ke atas Puncak Bukit,
dan Jalannya Super Sekali..
mendaki dengan medan yang cukup berat,
dan hanya 1 lajur.
mmm Pantes Mobil Pribadi dilarang kesini

Sampai Akhir mobil berhenti di Puncak
dan Kita semua diturunkan bersama Guide,
dan Mobil Pickup itupun kembali ketempat asal..
Melihat Kondisi Jalanan kayak gitu,
Muka saya dan lainnya mulai tegang.

akhirnya kita Cooling down dulu dengan Futu-futu

di Puncak dan Minum seteguk air.


Muka-muka tegang...


Are u Ready for the Adventure??


Say cheeresee Keceriaan di Teping, Netralisir Kecemasan :)


OOoh.. I love this Journey...


Trus dari Puncak Bukit tersebut,
kita mulai turun nih,
menyusuri lereng satu-persatu
dengan ditemani 2 guide,
anak-anak sudah turun dengan lancarnya dengan
ayah dan guide satu nya,
tinggal saya belakangan bersama si Mbakanak-anak
yang ikut bersama saya di Travelling kali ini.

Jujur saja, ini
Rute Medan seperti ini,
tidak ada dalam bayangan saya,
dan tidak juga saya baca di Blog-blog
sebelum saya memutuskan  Ke Grand Canyon..

Rute Turun dari Puncak ini,
sangat Sulit buat saya yang pemula,
ditambah lagi, kata guide kemaren bekas Hujan,
jadi Tanah Injakan Seperti Tanah Liat,
menempel dan lumayan licin,
entah beberapa kali saya harus
berjalan sangat pelan dan pegangan sama guide
takut tergelincir.
Tapi Yaa tidak ada pilihan, karena tidak mungkin juga
kembali ke Atas/Ke Posko
Karena Mobilnya sudah kembali.hiiiks


Sungguh Jalan ini Lengket dan Licin, seperti Tanah Liat

Extra Hati-hati




Antri untuk Turun Satu Persatu



Sampai Ahirnya 15menit kemudian,
kita sampai di bawah dan ketemu dengan
Sungai Green Canyon

Disana Juga sudah banyak pengunjung lainnya
sedang istirahat sambil makan Popmie diwarung depan Sungai
mm..masih sempat ya
(katanya sih pengunjung lainnya turun disisi 1lagi)

Nah kalau kit mah nontstop,
kita lanjut dengan Berenang menyusuri sungai,
dengan Air yang cukup deras
dengan Posisi Telentang.
Awal-awal sih cukup menyenangkan..

Teriak-teriak Girang hihihi

Trus stop untuk foto-foto
(untungnya saya sudah mempersiapkan Hp
yang dilengkapi oleh Cover Waterproof)


Kalau Airnya tidak Deras, Formasi bisa santai seperti ini





Selesai Luncuran Pertama Heppi.. Tapiii ..???



Trus lanjut lagi, jalan menyusuri
batu-batu di pinggir area Sungai,
nah Batu ini, masih cukup gampang di lalui,
meskipun tetap extra Hati-hati
dan Pegangan sama guide

Kalau ga salah, saat meluncur yang ke-2
saya dan Team harus
melalui arus deras ini lagi dengan formasi
Posisi Telentang, Meluncur kaki menempel
di sisi kepala team, dan tangan pegangan
di Jaket teman depan
Saat meluncur tersebut,
Tiba-tiba saya kelelep dan minum banyak air

Kepala saya sudah berada di dalam air

dan saya tidak bisa bernafas,

Didalam hati, “wah saya bakal Mati nih..”
tiba-tiba ada yang menarik badan saya ke pinggir
dan sayapun batuk-batuk..
ternyata suami pegangan jaket saya terlalu kencang,
sampai posisi saya tercekek..
*waaah Ayaahh Tega!




Lihat..warna Air tampak tidak Bersahabat..


2 guide selalu senantiasa membimbing kami.. Thank u Banget ya



Trus lanjut lagi, jalan menyusuri
batu-batu dari satu batu ke batu lainnya,
kemudian tiba-tiba terputus
dan harus melalui aliran sungai
yang cukup deras, 
dari satu batu ke batu lainnya,
kemudian tiba-tiba terputus
dan harus melalui aliran sungai
yang cukup deras,

Sampai Akhirnya sangat Deg-dengan,
Saya tidak melihat ada lagi batu yang akan dilalui
namun yang ada tebing di Hadapan saya..
untuk dapat meng-akses jalan selanjutnya
OOH My God.. Bagaimana ini??
sampai sang guide bilang
“Ibu Tenang saja ya tidak usah cemas,
semua biar kita yang menghadapi”

ahhh..Seandainya saya tau beratnya medan kesini,
saya Pasti Cancel *Cry
dua orang Guide tadi, Mulai mengeluarkan Tali
yang mereka bawa, dan mengatur strategi,

Satu-persatupun kita di bimbing untuk mendaki tebing ini
dimulai dari anak saya yang Paling Kecil
Duuh untungnya anak-anak saya selama di Grand canyon ini
tidak Bilang Takut
Dan Tidak tampak ketakuan diwajah mereka
Seperti wajah saya hehe

Untuk Ketemu jalan berikutnya kita Harus panjat Tebing ini..


Dari anak saya yang Terkencil,
Kemudian lanjut Si Kakak,
Kemudian Saya, yang Ektra lumayan Berat
Guide Lumayan berjuang untuk membimbing
saya, untuk Melakukan tahapan
pijakan di tebing ini..

Ahh..Rasanya cukup Plong
saya bisa mendaki tebing ini,
dan Istirahat sejenak di Batu yang ada di belakang Tebing.
kemudian Lanjut giliran si mbak
yang lumayan Lincah dan Berani,
trus terakhir suami..

Yeaay,,dan Mereka Berhasil


Nunggu Giliran Panjat Tebing..deg-degan


Semedi dulu ah



Di belakang tebing ini,
kita melihat Keajaiban Alam,
Kita bisa memegang Staklaknit yang ada di tebing ini,
dan duduk di batu Kapur yang kasat dan tidak licin,
padahal selalu terkena air

Beberapa Staklangit Karena sering dipegang
tangan manusia ini ada yang sudah mati
dan beberapa yang masih bisa tumbuh memanjang.

Meskipun Rasa Takut menghantui saya,
namun saya tetap berusaha menangkap semua moment
meskipun beberapa hasilnya blur hiiks
dan sebagian dibantu Fotoin oleh Guide


Staklanit nya keren..ini masih bisa hidup (Masih bisa makin panjang)


Air steril katanya, bisa langsung diminum

Staklanit yang sudah mati, tidak bisa numbuh karena seiring dipegang manusia


Futu-futu setiap moment


Sang Pemberani




Honeymoon again?? upps

they said : Love this Adventure.. OMG

setelah duduk sebentar di Staklangit,
tantangan terberat lainnya,
yang bikin saya deg-dengan adalah
harus menapaki Batu setapak, yang dibawahnya
aliran sungai,.. brrr bikin saya merinding..
“Kalau jatuh gimana??, bakal wasalam nih “


Harus Jalan setapak di Tebing ini

Menyusuri sungai

Helllow...


Bawah Arus yang super derass









Terpeleset sedikit, langsung arus sungai menanti










Setelah melalui Batu tersebut,
sang Guide selanjutnya
malah menantang kita,
berani Lonjat di Batu besar ga??
aah Entah Saya atau anak-anak
“Bilang berani”, mau ga mau,
kita akhirnya stop dulu di batu besar yang
cukup terkenal sebagai icon
tempat loncatnya Green canyon nih…


Siap-siap mau Loncat di 5Meter

 
Padahal arus sedang deras-derasnya
Memang Kita super nekat
atau Pikiran sehat sedang Hilang

Awal nya suami yang duluan yang loncat,
kemudian anak saya yang besar
kemudian si Adek,
trus Pas Giliran saya..
“Sumpah..kaki saya gemetar Luaaar biasa”
tidak pernah saya setakut ini hihihi

Berjuang dulu menuju batu loncatan 5meter


view dari atas


hei..i'm ready

dzarifa loncat dengan ketinggian 5meter

dzilly loncat dengan ketinggian 5meter


ooh its me.... dengkul gemetar sangat !


cukup Lama, nunggu giliran saya loncat
*Pengen Rasanya Balik, tapi ga Mungkin,
akhirnya dengan Tutup mata
saya pun berhasil Loncat dengan
Hempasan yang cukup keras Hiiiks…


Dan mereka yang tidak berani loncat di Batu 5meter


Guide cukup acungkan Jempol 4
untuk Team saya, terutama-anak-anak
yang berani loncat..
Katanya sih Moment langka ada anak-anak
yang berani seperti ini..

dan benar saja, rombongan dibelakang saya,
mereka menyusun formasi melawan arus
Karen tidak berani loncat di batu ketinggian tadi

Formasi untuk meluncur di derasnya air Green Canyon



Lindungi Mereka Ya Allah..Beberapa kali, selalu teriak,. Pegangan sama Guide yang Kencang ya nak..!


Trus Tantangan Belum selesai..
Tantangan selanjutnya adalah,
tidak ada lagi Batu menjadi injakan kita,
mau ga mau kita harus berenang dengan
arus yang super deras ini..
dan sungai nya cukup panjang sampai ketepian
Whaaat ??

ooomaigat..!
Yaa Allah Lindungi saya dan anak-anak saya..
2 anak saya, sudah berenag duluan
menyusuri arus yang Sangat deras ini.

Kemudian Giliran saya, suami, mbak dan Guide
Kita Harus bikin Formasi
dengan Meluncur, dan kaki menempel
di sisi kepala team..

cukup jauh kita berenang,
dan saya takut dengan formasi tersebut saya kecekek lagi.
kita berenang 2x stop,
Berhenti pertama, dibantu oleh tali.
Kemudian lanjut berenang kembali dengan Formasi.
sampai akhirnya, kita melihat
mulai ada perahu-perahu
yang memotret dan mempertonton keberanian
pertualangan kita huauhaua..




Alhamdulillah Perjuangan berakhir


sampai akhirnya kita Alhamdulillah sampai juga
ke tepian, yang ada tangga
trus ketemu warung..

ga sabar minum teh Hangat,
dan Makan Gorengan
dan Menunggu Jemputan Kapal
yang akan menjemput kita,
menuju Posko di tempat Parkir Mobil.

Sungguh ini Pengalaman,
benar-Benar Extream tidak Terlupakan seumur Hidup.
Bukan Hanya Body Rafting saja,
namun Harus melawan arus sungai yang super dahsyat
(Bahkan diakui Guide, arus tadi memang lebih deras
daripada air sebelumnya)
dan bahkan saya harus memanjat tebing
untuk pertama kalinya.
Sungguh Medan kali ini,
benar-benar tidak ada dalam bayangan saya.

Begitu saya Tanya ke anak-anak?
mau lagi ga ke Green canyon,

eeh malah mereka semangat menjawab MAU..
apalagi Panjat tebing nya..
eeh busyet dahh…


Baju yang tadinya Putih, Jadi Kuning 




ooh..Alhamdulillah setelah beberapa kali, merasa Tadi Hari terakhir Hidup saya...


Tiket 200rb, free makan di akhir episode..



Tips Ke Green canyon:
-Pastikan Anda ke Grand canyon bukan musim Hujan
Musim Kemarau lebih dianjurkan.  

-Karena Musim Hujan Selain Arus Sungai Sangat Kencang,
air juga Berwarna Kuning
 
-Musim Kemarau Air berwarna Hijau,
dan enak dilihat, dan bagus saat difoto

-Pastikan Anda dan Team sama-sama berani
dengan Medan yang saya ceritakan

-Jika takut cukup memilih menaiki Perahu saja

-Jangan Lupa, siapkan Fisik

-Pakailah baju dan celana yang nyaman
(Baiknya jangan pakai celana Jeans)

-Jangan Lupa Bawa Camera Waterproff atau
cover waterproof handphone

Alamat BARAYA Body Rafting
Green Canyon Adventure
Jl. Pantai Indah Batukaras No.32
Pangandaran
Jawa-Barat
0813-230-48039
0813-225-96346


No comments:

Post a Comment

..Semoga bacaan ini bermanfaat, Jangan lupa tinggalkan komentar ya..
----Terima Kasih---