12 March 2016

300-an Tangga ke Kampung Naga Tasik

Baca sebelumnya disini
Perjalanan selanjutnya adalah Kampung Naga

Dari Gunung Papandayan
Ke Kampung Naga Tasikmalaya ini
Sekitar 1,5jam


Untungnya sih,
Kampung Naga ini tidak berada di Kota Tasikmalaya,
Kira-kira perbatasannya lah,
Sehingga masih bisa cepat,
Padahal Jika mau ke Kota Tasik
Jaraknya Butuh waktu  sekitar 2,5jam

Sepanjang perjalanan
View sawah-sawah, dengan jalan sedkit mendaki
Dan berkelok kelok,
Tapi jalannya sih sudah super mulus
Cukup padat lalu lintas kendaraan saat itu,
Mungkin karena libur longweekend ya?

Hujan agak deras trus sepanjang jalan
Mudah-mudahan Hujan segera berhenti ya Allah.
Dan Alhamdulillah doa saya terjawab

Sampai akhirnya,
Saya melihat Pintu gerbang
Dengan Tulisan Kampung Naga
Asyikk...
aah tentu saja tak lupa fufu futu
Sebagai Sign disini

Mmm.. Kawasan parkiran
Di Kampung Naga ini, cukup ramai saat itu,
Bahkan ada beberapa rombongan bus wisata
Trus di area parkir ini,
Berjejer toko toko souvenir
Dan 1 rumah makan.

Saat turun dari mobil
Ada aki-aki pakaian hitam hitam
Khas baju asat sunda
nyamperin saya
Tapi dengan full bahasa sunda
Aduuh, saya teh mana ngerti.
Akhirnya senyam senyum aja deh
(Dalam hati, ini pasti penduduk asli
Kampung Naga)


Tadinya sih, berniat
Mau nyewa jasa guide,
Tapi gak tau mau nanya kemana
Trus akhirnya lupa dan sibuk kembali
Futu futu di tugu Prasasti Tugu Kujang
Yang berbentuk runcing
Ternyata merupakan lambang
Pusaka Tradisional etnis Sunda

Setelah bertemu tugu
Sebenarnya saya gak tau
Mau kemana?,
Ya udah deh ikuti orang-orang yang
Menuruni tangga..

Untungnya tidak hujan deras
Sedikit gerimis tidak menghentikan
Niat saya untuk sampai ke Kampung Naga

Ternyata Masuk Kampung Naga ini, Free
Tanpa Pungutan Biaya Masuk.. Asyikk.

Ya ampun ternyata tuh,
Untuk melihat Kampung Naga disini
Harus melewati ratusan anak tangga
Mmm...
Trus jika ada naga benerannya nanti gimana?
Ngos-ngosan donk kabur lewat tangga ini
*ooh lupakan i'm dreaming !

Start Menuju Kampung Naga


Ratusan Tanga-tangga menuju kampung naga ini,

Tanga-tangga menuju kampung naga ini,
Meliuk liuk, mmm apa karena ini ya
Jadi dinamakan kampung Naga
Sepanjang tangga tersebut
Kita di anugerahi dengan view yang cantik
Pemandangan sawah-sawah Hijau
Dengan bunyi aliran sungai dengan arus deras,
Trus sedikit sedikit
Mulai kelihatan tuh,
komplek perumahan Kampung Naga
Dengan identik Atap ijuknya yang hitam


Jalanan Serba Hijau


Arus Sungai Yang Sangat Deras Sehabis Hujan

Tong Sampah Yang dibikin bersahabat dengan alam


Area Persawahan


Horey Team Kuning :)


Sampai di tangga paling bawah,
Kita masih harus menyusuri
Jalanan yang kirinya sawah
Plus ada 3 air terjun kecil-kecil
Yang nyaris tidak kelihatan
Trus bagian sebelahnya adalah
Sungai dengan arus air yang sedang derasnya
Mungkin karena tadi habis hujan

Jalan terus sampai akhirnya mentok
Dan belok kiri
Nah disebelah kiri ini,
Sudah mulai memasuki komplek
kampung Naga.
Mmm... Banyak wisatawan yang
sedang berkumpul disini


Hati-hati kergelincir disungai



Efect Dramatis

Perumahan Kampung Naga ini
Sangat identik dengan atap ijuknya
Berwarna hitam,
trus rumah-rumahnya,
Menggunakan bambu dan kayu.
Bagian bawah rumah kampung naga ini
Ada jeda dari tanah,
Sekitar 50cm,
Identik dengan rumah adat:)

Di area depan ini,
Tampak rumah dengan
Ukuran cukup besar
Dan ada lapangan yang cukup besar
Dengan lantai tanah.
Trus ada gentongan besar



Bisa disebut Area Hall Kampung Naga


Minggu itu cukup Padat oleh Kunjungan Wisatawan Domestik

Si Bolang Hadir di Kampung Naga



Penduduk Disini Kebanyakan sudah membaur dengan Berdagang dan Berbahasa Indonesia Kok..

Sebenarnya fokus wisatawan
Hanya berkumpul kumpul di area halaman ini,
Namun saya penasaran,
Setelah ada beberapa orang
Yang tampak keluar dari gang kecil
Disisi samping halaman.

Kemudian saya mencoba
Menyusuri gang tersebut,
Disini merupakan perumahan penduduk
Kampung Naga, ukuran rumah
Lebih kecil dari rumah depan yang di halaman tadi.
Tampak beberapa jemuran di area ini


Rumah Full Kayu

Gadis Kampung Naga

Bagian Lorong Rumah Kampung Naga


Tampilan Rumah Penduduk Kampung Naga




banyak Stock Kayu, Sepertinya alat alat Untuk memasak


Sebagian Jualan Penduduk Kampung Naga




Whattout !!

Trus bebeapa stock kayu
Mungkin fungsinya untuk kayu bakar.
Tampak ada 2 orang gadis
Sedang duduk di depan rumahnya,
Saya sempat bertanya
S :"Apakah sudah ada lampu disini?,
G : mereka bilang tidak ada"
S : pengunjung disini biasanya sampai jam berapa mbak?
G : sampai jam 5
Dan mereka fasih bahasa Indonesia
Namun Entah kemana penduduk
Kampung naga ini,
Saat itu kampung ini justru tampak sepi

Kampung Naga ini di anggap
Cagar Budaya,
Karena sikap warga dan penduduknya
Yang masih menjaga alam,
Kabarnya, mereka tidak menambah jumlah
Rumah dari puluhan tahun lalu,
Mereka hidup apa ada nya,
Dan sepertinya cukup puas dengan
Kondisi yang ada

Bahkan mereka tidak menggunakan
Sumber listrik disini.
(Padahal sih dulu, Pemerintah sempat
Menawarkan untuk pemasangan listrik
Di komplek ini),
Trus apa mereka tidak tertarik dengan
Teknologi sekarang ya?,
Ya minimal nonton tipi lah atau pegang henpon ? :) hebaat euuy

Ternak yang Mereka Miliki


Alat menumbuk Beras Menjadi tepung

 

Per

Sebenarnya masyarakat kampung naga ini,
Tidak se-ekstrim bayangan saya
Seperti suku kajang atau
suku yang menutup diri
Dari luar.

Justru disini, Penduduk di Kampung Naga ini
Sudah berinteraksi, mereka bahkan
Juga menjual beberapa souvenir,
Dan mereka bisa berbahasa Indonesia yang baik.

Ya mungkin inilah yang disebut
Dengan Cagar Budaya,
Mereka tetap berusaha mempertahankan Alam
Dan Kelestarian Lingkungan

Hal Terberat adalah Kembali menyusuri Tangga Untuk Keatas *Cry

Ayang Beibeib *Ketauan Faktor U hahaha

Puas wisata di sini,
Kita mulai siapkan tenaga
Karena mulai terbayang,
Perjuangan untuk kembali ke atasnya :)

Oya waktu start naik
Saya dan anak mulai mencoba
Menghitung jumlah anak tangga disini,
Namun apa daya,
Baru hitungan 100tangga,
Saya mulai ngosngosan dan
Melupakan jumlah anak tangga ini xoxoxo

Di prediksi sih, jumlah tangga disini
Ada sekitar 400tangga.
Mmm perjuangan yang hebat ya
Jika suku naga untuk naik dan turun
Ke kampung nya :)
Bisa dipastikan, warga disini
Pasti tidak ada yang gemuk :)


Yeaay Punya Juga Souvenir Dari Kampung Naga ini

Cerita dari Kampung Naga


Nb:
-Bagian atas Di Kampung Naga ini,
Sudah lebih terbuka, mereka komunikasi,
berjualan dan sudah tersedia Penerangan seperti lampu, tv / hp

(Entahlah apakah mereka juga penduduk
Penduduk kampung Naga/bukan)

-Datanglah disaat Pagi/ siang hari
Karena batas kunjungan max jam 5 sore

-Jika anda ke Garut atau pangandaran
Sempetin mampir ke kampung naga ini

-Sekarang banyak penawaran paket tour
Ke Kampung naga, sekitar Rp500-an/orang


baca Juga :
Makan Bakso di Pendakian Kawah Papandayan
Wisata Rakit di Candi Cangkuang 
50pack Oleh oleh Chocodot
Happy, Beternak di Jendela Alam Bandung
Berkunjung ke Kandank Jurank Doank

 

No comments:

Post a Comment

..Semoga bacaan ini bermanfaat, Jangan lupa tinggalkan komentar ya..
----Terima Kasih---