13 August 2015

Pendakian ke Puncak Sikunir, bersama anak

Saya bangun jam 2.15 pagi.
Rapi2, Packing packing barang dulu
(Sebelum bangunin anak)
Karena ingin langsung checkout Dini Hari,
Dari Hotel Kresna ini.

Golden Sunrisenya Dieng

Untuk Anak Double Jacket dan Celana


Si Bolang Jam 3 Pagi..

Untunglah bangunin anak-anak gak pake rewel,
karena malamnya sudah dikasih tau.

Saya sudah membekali mereka,
Double celana dan double jacket,
masker dan sarung tangan.

Selesai makan nasi goreng,
(Yang dibekali dari pihak hotel Kresna)
Anak anak masih bisa tidur dimobil
(Karena jaraknya lumayan bro, 1 jam dari wonosobo,
bisa lebih lama, kalau macet pas dipuncaknya

Hawa mulai terasa dingin, menuju dieng kaca mobil dipenuhi oleh kabut.
Jalanan mulai menanjak. Makin keatas makin banyak mobil yang keatas.
Sepertinya semua orang mulai berbondong ke arah Puncak Sikunir
Tujuannya hanya 1 yaitu : Mengejar Sunsire..

Adzan Subuh sudah mulai bergema.
Saya dan suami menyempatkan diri
Shalat didalam mobil. Takut gak ketemu
Mesjid, ternyata ada mesjid di Arah Sikunir ini.

Ah sang supir yang mengantarkan saya ini,
sepertinya belum pernah nih ke Sikunir,
buktinya dia malah binggung dan nyasar hiiks,
jadinya telat deh (sempat muter lagi ke bawah)

Akhirnya, sang sopir follow mobil-mobil yang menanjak ke atas.
Sampai tidak ada jalan lagi, dan disuruh parkir.

Saat itu sudah mulai jam 5 (yaah kenapa jadi telat yak?,
karena dapat macet saat pendakian hiiks)




Brrr..Suhu cukup dingin saat itu 17 derjat !




Kita pun mulai turun dari Mobil
Bbbrrr... hawa dingin menusuk kulit.
Terutama muka, tangan dan kaki.
Kira kira suhu saat itu 15-17derjat..

Kasihan banget lihat Anak-anak,
bilang ; "dingin bangeet maa.., gak kuaat.."
Ooh kalau gak kuat kuat (penasaran lihat sunrisenya)
Pengennya sih, hawa dingin ini tiduran enak aja nih..

Saya selalu semangati anak-anak
"Ayo gerakkin kakinya, tangannya juga di goyang goyang,
jangan dibiarin diam, biar gak terasa dingin"

Saya membeli scraft dan topi,
Untungnya disana ada yang jual peralatan tsb,
meskipun gak banyak seperti Bromo,
dan kudu kedinginan dulu nyari beginian.
So jika kesini, lebih bagus menyiapkan
perlengkapannya secara detail.

Banyak Ojek menunggu di Sembungan

Katanya sih dari batas, posko tersebut
Jalanan masih jauh. Jadi saya mutuskan naik ojek saja,
bayar 10rb/motor. Sudah sangat banyak
ojek-ojek menanti di posko ini.

Benar saja, jalanan lumayan jauh dan berkelok kelok.
Ah ini mah saya rela bayar 10rb daripada kedinginan hihi..
Mmm ternyata sang ojekpun
Juga cuma berhenti sampai tulisan sikunir doang.

Nah disini mulai tuh, perjuangan untuk mendaki jalanan setapak.
Kadang juga ada yang turun dari atas, jadinya berlawanan.
Kadang harus tabrakkan bahu deh.


Jalanan yang tidak Rata dan berdebu

Pendakian Sikunir, cukup padat Libur lebaran


Kayaknya akses menuju Golden sunrise ini,
sudah bikin bagus, ada trap trap tangga dan
sebagian ada pegangan tanganya, cuma entah kenapa
kok design trap trap tangga ini kok dibikin
dari batu batu kerikil, agak tajam seperti itu dan penuh debu (lihat foto),
Biar berkesan ada sedikit perjuangan githu kali yaa,
khan kalau dibikin rata pakai semen,
pendakian nya pasti gak seru, gak seasoi dan
terkesan kayak gini *iyalah menghibur diri ajah

Sebenarnya sih saya gak terlalu capek mendaki trap trap ini,
Gak terlalu ngos-ngosan juga,
seperti kebanyakkan orang yang mendaki saat itu
(Meskipun saya kategori jarang olahraga),
*rasanya lebih berat perjuangan kepuncak
gunung bromo yang banyak tangga2 kecil dan penuh debu.


SiBolang saya..Kuat ya nak !


Cuma kadang anak anak dikit dikit berhenti dan bilang capek.
Entah berapa kali, saya dan anak harus berhenti.
Dari start sampai ujung tidak henti hentinya menyemangati
anak anak untuk semangat naik keatas..


Anak anak capek?? ada Jasa Porter disini

Meskipun disana,juga tersedia jasa porter gendong anak.
Tapi tidak lagi saya gubris.
Laah kalau dia gendong anak saya yang besar,
takut-takut yang gendongnya
 malah kejengkang kebelakang..

Sampai akhirnya, golden sunrisenya
Mulai terlihat samar sama dari ranting pohon tempat saya berdiri.
Sementara dari atas sudah mulai banyak gerakan yang turun kebawah.
Bertanya kepada 1 dan 2 orang yang berpapasan,
apakah keatas masih jauh,
mereka bilang masih jauh, sekitar 30menit lagi.

Whaat? Dari start bawah dibilang untuk keatas sekitar,
30menit kok ini, sudah di tengah masih dibilang 30menit lagi?








Yaah mendadak lemas deh..
Anak anak juga sepertinya amat kelelahan,
akhirnya saya tidaklagi
Melanjutkan pendakian sampai ke puncak sikunir ini,
disitulah saya merasa sedih
Mungkin kalau saya berdua saja,
Bisa sampai kepuncak sikunir ini

Tapi yaa gapapa,
Demi anak anak..
Yang penting sudah usaha..
Akhirnya demi menghibur diri


foto foto dicelah celah ranting





We'r Family



Romantisme di Golden Sunrise


Kita hanya foto foto dicelah celah ranting ranting
pohon yang ada hiiks miris..
Untungnya sih masih dapat view Golden Sunrise nya
yang benar-benar cantik, warnanya orange ke-emasan..


Aah...Macetnya akses ke Puncak sikunir...


Abis itu, kita mulai lagi
Berjalan turun, meskipun beberapa orang
masih mencoba untuk menaiki trap atas.

Herannya, banyak group pengamen yang mencoba
mengais rezeki diantara tracking ini.


Background pengamen, di Jakarta juga ada loh pengamen seperti ini


Mereka selalu Happy dimanapun berada



Para Pedagang Makanan


Pada bagian agak bawah,
Mulai banyak warung dan pedagang yang menjual
kentang-kentang rebus kecil yang dikasih bumbu
dan juga pedagang bubur sumsum..
Dingin dingin gini, enak makan yang hangat hangat.

Sampai di ujung jalan
Terdapa Tulisan Sikunir
Dan abang ojekpun
Mulai banyak menantikan kedatangan saya..
Horeey..


Ojek ready antar Jemput sampai batass Tulisan SiKunir

Anak-anak Tepar, tidur pulas  6Jam dari pendakian Sikunir

View Indah di Area Sembungan


Nb:
-Dibandingkan sunrisenya di Bromo
Sunrise sikunir jauh lebih cantik.

-Akses jalan menuju Puncak sikunir ini
Jauh lebih capek, dibandingkan melihat
sunrisenya Bromo, (tidak terlalu butuh perjuangan)

-Jangan lupa siapkan peralatan
Seperti Jacket, masker, sarung tangan,
topi dan shall sebelum kesini.
Karena suhu sangat dingin sekitar 15-17derjat
(Pedagangpun tidak terlalu banyak yang berjualan perlatan ini)

-lebih baik naik Ojek sampai Batas Tulisan Sikunir
untuk menghemat tenaga, untuk sampai Puncak Golden Sunrise

-Harusnya pemerintah, merenovasi dan
mempercantik akses untuk puncak sikunir ini,
Seperti tangga dirapikan dari semen,
dan tidak dibiarkan berantakan dari batu batu seperti ini.


baca juga :
Perjuangan menuju kawah bromo--->m.a.n.t.a.b







No comments:

Post a Comment

..Semoga bacaan ini bermanfaat, Jangan lupa tinggalkan komentar ya..
----Terima Kasih---