21 August 2015

(Masih) terkesima dengan Berdoa dimakam Sunan Demak

Tak Jauh dari Kudus
sampailah saya di Demak

Di Demak mampir di Mesjid Agung Demak
sekalian Shalat Maghrib

Di Makam Sunan Bonan (mudah-mudahan tidak salah)

Di depan Mesjid Demak , full dengan ornamen Hijau

Katanya Mesjid Demak ini
juga dibangun oleh Para sunan.
Atau walisongo

Mesjid ini berada di jalan Raya
tepatnya di Alun alun Kota Demak.
mesjid ini cukup besar
cukup Banyak pengunjung saat itu,
mungkin karena malam Jumat.

Mesjid Demak yang cukup luas, berada di Alun-alun Demak

Bagian dalam mesjid (Area Pria)


Bagian dalam mesjid (Area wanita)

Tempat berudhu wanita

Di depan Menara

Bangunan mesjid identik dengan warna hijau
banguan mesjid ini,
sebenarnya tidak tertinggal zaman.
masih cocok dan nyaris mirip dengan bangunan sekarang
dengan konsep terbuka dan lapang.

Jika boleh memilih,
saya lebih suka dengan Mesjid Sunan Kudus.
lebih identik dengan bata orange nya.

di samping kanan, mesjid Demak, terdapat makam Kesultanan

Foto blur, karena pencahayaan kurang cukup


Di samping mesjid Agung Kudus ini
terdapat Makam Sunan dan Keluarga nya
yang di pagar dan tampak terawat
tidak jauh berbeda
dibandingkan dengan makam Sunan Kudus.

Di Depan Kuburan ini pun
juga banyak yang membacakan
Alquran dan Yasin.

AllahuAllam
sayapun masih terkagum kagum dan nyaris bengong
dengan sikap masyarakat disini

mmm.. ini apa ya??

Air suci

Di depan Makam ini, banyak sekali yang membaca Yasin dan Mengaji

Area makam Sunan Demak dan keluarga yang di Pagar

Setelah KUDUS, di Demak ini Masih terkesima dengan pemandangan yang ada

Apakah sangat begitu besarkah,
menghargai Jasa Para Sunan ini?
atau sudah benarkah,
tindakan yang dilakukan
para pengunjung makam ini??

Karena saya bukan berasal
dari daerah Jawa,
maka kegiatan Mengaji di Area Makam ini
bukanlah hal umum buat saya dan suami :)

di Area pemakaman ini,
terdapat makam yang panjang,
lebih dari 2 meter woow..
mungkin hanya makam saja
bukan berarti tingginya 2 meter ya


Tampak Area makam sunan, (di dalam Pagar tadi)

Sebenarnya saya segan dan tidak nyaman
semua pengunjung di makam ini
nyaris khusus mengaji
sementara sang suami sibuk foto-foto
*maklum lah, di tradisi kami
tidak ada yang seperti ini

jadi merupakan pengalaman baru buat saya

sebelum masuk area pemakaman,
terdapat Museum
mengenai sejarah mesjid Demak ini.
sayang marena saat itu malam
jadi museum ini sudah tutup.


Museum masjid demak


sehabis dari Mesjid,
saya dan anak anak sempat menikmati
alun alun Kota Demak
dengan menaiki Sepeda Kayuh LED
dan menyantap Bakso ayam,
di bungkus Plastik :)

Cuaca cukup cerah dan segar saat itu






baca juga :


No comments:

Post a Comment

..Semoga bacaan ini bermanfaat, Jangan lupa tinggalkan komentar ya..
----Terima Kasih---