05 June 2015

Nothing to do, di Benteng Fortterdam Makassar


Kita datang ke Benteng Forterdam,
Sangat ramai pengunjung,
Diluar Bayangan kita sebenarnya sih
mmm.. Ternyata ada event
di dalam Benteng Fortterdam ini


ke makasar bareng anak,jalan jalan ke Benteng Fortterdam
itu Tolong ya, yang Jualan di tulisan DAM, Harap Bubar !!
ke makasar bareng anak,jalan jalan ke Benteng Fortterdam
Parkiran Penuh di Area benteng
jam berapa Benteng Fortterdam buka
Jam Buka Benteng Fortterdam
Masuk Area Benteng ini Free

Beberapa Event anak Akademi Pariwisata
Menunjukkan kebolehannya
Ada Perlombaan Bartender
Ada Lomba menyajikan Coffe

Atau event Joget


ada apa di Benteng Fortterdam


event di ada apa di Benteng Fortterdam
Dance Heboh dari "Kaum" ini

Ya saya sebagai Pengunjung
Dak-dakan lumayan terhibur oleh Event ini
Selain tidak Tau harus ngapain
Di dalam benteng Forterdam ini


Penampakkan Sisi kiri benteng
Benteng ini Tampak Terawat

Benteng pada umumnya,
Tidak satupun saya melihat Meriam disini..

Ataupun tembok tinggipun juga tidak ada
Namun Bangunan yang Tampak Sangat terawat
dan tertata Rapi

Hanya pintu masuk bulat menjulang tinggi
Dan area beberapa bangunan di sisi kiri-kanan
Yang sangat identik dengan bangunan Belanda

Entah kenapa, Benteng ini
menjadi Familiar dan terkenal di Indonesia 
Bagi saya masih Bagusan Benteng Fort De Kock
di Bukittinggi Sum-Bar

ada apa di Benteng Fortterdam
Pintu Besar bulat ini, sebagai Pintu Masuk Benteng
Ornament merah dan jendela Identik dengan Bangunan Belanda
ke Benteng Fortterdam bersama anak
As sign, as We was Here..

Samping kiri pintu masuk Benteng Forterdam ini
Sayang Karena kita datang sore hari,
Museum ini siap siap tutup
Kita hanya bisa menikmati sedikit karya disana
(Dan kita dibebaskan dari biaya masuk)


HTM Museum Galigo,dimana itu Museum Galigo
HTM Museum Galigo

HTM Museum Galigo,dimana itu Museum Galigo
Sisi Kiri, Museum Sastra


Museum La Galigo merupakan Museum Sastra Besar,
Konon Karya Sastranya 
lebih Panjang dari Cerita Ramayana 
atau Mahabrata
Katanya sih sampai 300ribu baris.
(Kok saya Baru dengar ya :( )
cerita Aslinya dalam bahasa Bugis
waah harusnya bisa lebih terkenal
dibandingkan  cerita Mahabrata yang
lagi booming saat ini ya

  dewi Handayani, dewi zul,HTM Museum Galigo,dimana itu Museum Galigo
jalan jalan ke Museum Galigo,dimana itu Museum Galigo
Museum ini Tampak cukup Luas
jalan jalan ke Museum Galigo,dimana itu Museum Galigo
Bagian dalam Area Museum
ada apa di Museum Galigo,dimana itu Museum Galigo

Setelah, Pagi sarapan Coto Gagak
Perut menjadi Lapar..
Saya Makan diAre Penjaja stand makanan disini
Untungnya ada Es teller 77
sebagai penganjal Saat Lapar

*Travelling itu, makan Juga tidak harus tepat waktu


anak-anak lagi makan,ada apa di Museum Galigo,dimana itu Museum Galigo
Makan dimanapun Harus bisa



oya, Sedikit sebel dengan
sisi Luar Benteng Fortterdam
Font Merah sebagai ciri khas
Benteng Fortterdam ini,

Tulisan Benteng Fortterdam 
yang  sudah sangat Bagus,
namun, entah kenapa font ini,
di hiasi dengan coretan-coretan
dan ukiran
yang tidak penting pada area Font

Belum lagi, terdapat area 
Parkir motor yang berjejer
menghilangkan keindahan Font ini
Specialy untuk wisatawan seperti saya
yang ingin sekedar numpang exist
di Tulisan Forterdam ini xixixi

Trus yang paling sebel lagi tuh,
lagi-lagi ulah pedagang di Area depan Benteng
yang memaksakan jualannya 
di Area Font Fotterdam

Bahkan tidak tanggung-tanggung
mereka meletakkan kursi kursi
Pada huruf Font DAM
di peruntukkan untuk pembelinya
dan pembeli dengan cuek plus bangga
bisa duduk di Area font ciaaat !
(Lihat sisi, foto saya paling atas,
pada bagianTulisan DAM)

mmm.. harusnya ada kepedulian
dari pengelola Benteng ini
dengan melarang pedagang
berjualan didepan Font ini,
atau pedagang harus sadar,
tetap memperhatikan
estetika di area benteng ini

Udah gitu saja...

Masih Ada cerita lainnya dari saya  :)
Jangan Bosen ya



ItenaryMakassar–Toraja–Bulukumba–Makassar 


No comments:

Post a Comment

..Semoga bacaan ini bermanfaat, Jangan lupa tinggalkan komentar ya..
----Terima Kasih---