09 June 2015

Ke-Kuburan bayi Kambira

Dari daftar (kunjungan wajib)
Yang ingin saya kunjungi selama
Di Toraja
Maka sang sopir,
Memutuskan
Kunjungan pertama kita di Toraja ini
Adalah ke Baby Grave Kambira 
berada di daerah sangalla
Yaa Baby Grave = kuburan Bayi

wisata wajib di Toraja,jalan jalan ke baby grave kuburan bay
di Pintu Masuk

Setelah semuanya oke
Baca cerita sebelumnya,
anak sakit di Toraja

Maka sang supir
mulai dari Arah paling atas
Beranjak dari Rantepao menuju Makale
Sekitar ½

Senangnya tuh Toraja,
Wisata dari 1 tempat ketempat lainnya
Jaraknya tidak terlalu berjauhan
(Meskipun harus diakses dengan kendaraan)

Jadi sebenarnya dalam 1 hari dapat semua objek wisata

Jalan akses menuju Sangalla Kambira
Melewati jalan dan sedikit rimbunan pepohonan,
Mmm mungkin kalau tidak dibantu supir/tukang ojek,
Menuju ke Kambira pasti akan nyasar ;)
Daerah Sangala, tempat Kuburan Bayi
Daerah Sangala, tempat Kuburan Bayi

Karena kunjungan pertama ke Toraja
Membuat saya sedikit deg degan
Mampir ke objek wisata ini.
Gimana enggak??
Kuburan Bo !!

Tak lama kemudian
Saya sampai juga di Baby Grave Kambira
Tidak tampak Pengunjung selain saya
dan keluarga yang mengunjungi Area ini
(Makin deg degan deh)

Begitu ingin memasuki area Kambira
Seorang ibu ibu menyuruh saya untuk
membayar tiket kepada nenek nenek
yang kelihatannya sangat tua
Dengan membayar Rp 22.000
(2 dewasa dan 2 anak) di pos sederhana
yang didirikan disana.

Sayangnya suami,
bilang gak mau pakai guide untuk area ini. 


wisata wajib di Toraja,jalan jalan ke baby grave kuburan bayi


jalan jalan ke baby grave kuburan bayi bersama anak-anak


Setelah membayar
Turunlah saya ke area bawah,
(Karena Baby Grave Letaknya
berada di Bawah Area ini )
dengan menyusuri tangga yang ada
Daerah ini, tampak bersih dan terawat
Tidak tampak daun daun yang berserakkan disini.

Tak lama, setelah turun
Ada nenek yang lain menghampiri kita (suami dan saya),
Sayang pendengaran nenek ini tidak kurang baik,
sehingga jika saya bertanya maka jawabannya kurang nyambung.
Namun dari sang nenek, saya mendapatkan sedikit info


jalan jalan ke baby grave kuburan bayi bersama anak-anak
baby grave Toraja kuburan bayi toraja dimana bersama anak-anak


baby grave Toraja kuburan bayi toraja dimana bersama anak-anak



baby grave Toraja kuburan bayi toraja dimana bersama anak-anak


Zaman dulu
Kuburan bayi ini, hanya di peruntukkan
Untuk bayi yang giginya sebelum tumbuh

Ternyata Bayi Grave disini,
Tidak se seram yang saya kira.
Karena kuburan bayi ini, nyaris sudah tidak tampak.
Katanya Tulang tulang bayi ini,
sudah menyatu dengan pohon besar ini.
Maklumlah kuburan pohon ini
di prediksi sudah lebih dari 40tahun ckckck
Entah apa nama pohon ini,
Dan tidak tercium aroma busuk disekitar area pohon.

baby grave Toraja kuburan bayi toraja dimana bersama anak-anak

Meskipun hanya 1 pohon besar,
Eeits, ternyata tidak hanya 1 kuburan bayi di sini,
ternyata di prediksi ada 40kuburan
dikubur dalam tanaman ini.
Dengan tanda 1 kuburan di tutup
dengan ijuk.
Katanya sih muka/ Badan bayi ini,
jika di tanam menghadap ke arah luar.

Kuburan bayi ini, sampai ke atas pohon.
Sayangnya karena ada angin kencang
Menyebabkan bagian atas pohon ini,
Patah, sehingga baby Grave ini tidak lagi utuh.

Dan sepertinya budaya di Toraja mulai bergeser,
pada saat sekarang kuburan bayi dalam pohon ini sudah tidak ada.
Kalau ada bayi yang menginggal pun
Maka akan dibikin makam masing-masing oleh pihak keluarga
dan biasanya makam berada di area sekitar rumah
dan bukan di Tanah.
Ingat orang Toraja tidak menguburkan mayat ke dalam Tanah. 


baby grave Toraja kuburan bayi toraja dimana bersama anak-anak
Say Hi From Tongkonan


baby grave Toraja kuburan bayi toraja dimana bersama anak-anak

baby grave Toraja kuburan bayi toraja dimana bersama anak-anak
Senangnya Berada di Tongkonan
Beruntung saya,
sang nenek tadi Mengajak saya mampir, 
naik dan berfoto di rumah nya
Tongkonan (rumah adat toraja),
area bawah biasanya tiang tiang kayu,
naik melalui tangga di samping rumah,
dan masuk kemudian bisa mengintip dan
mengeluarkan anggota badan kearah jendela luar.

Ah menyesal saya, cepat cepat turun
dari rumah nenek ini
dan tidak bertanya banyak kepada nenek tadi.
(dan di Tempat wisata Lain,
saya tidak Bisa menaiki Tongkangan ini)

beda Tongkonan denganLumbung Padi Toraja
Kiri (besar) Tongkonan, Ujung Kanan foto Lumbung Padi Toraja


Sedikit miris melihat keadaan dalam
rumah tongkonan si nenek yang nyaris
tidak ada isinya,
tempat tidur hanya beralaskan tikar.
Padahal katanya untuk biaya pembuatan
Tongkonan ini lebih dari 100juta.

Oya tongkonan ini berbeda dengan lumbung padi, 
jika tongkonan merupakan rumah tempat tinggal,
nah kalau lumbung padi merupakan tempat menyimpan Padi,
ukuran nya lebih kecil dari tongkonan.
Bentuknlumbung padi ini,
biasanya dengan tiang tiang yang lebih besar

Lumbung padi diyakini sebagai simbol sosial
atau keberhasilan/kemakmuran dari sebuah keluarga.
Katanya sih jika belum mempunyai
lumbung padi maka keluarga tersebut masih dianggap miskin.
Waah.. Si nenk tadi berarti sudah tajir yaa.
Punya tongkonan dan lumbung

Banyak penduduk sekitar baby grave ini yang menjual souvenir.
Namun tidak satupun mereka yang gigih
menawarkan souvenir kepada saya.
(Beda banget dengan Lombok/bali atau jogja yaa)

Souvenir disini cukup menggoda saya,
Sebenarnya pengen langsung belanja-belanja.
Cuma masih ingat waktu harus mengejar objek wisata lainnya.

Masih banyak cerita lainnya
Dari saya di Toraja
Jangan bosen yaa :)


Baca Juga :
Pisang ijon Bravo --> gede bangeet..!
Naik Bus ke Toraja bareng Anak --> Bisa !