13 June 2015

Kapan lagi, minum kopi Langsung dari Toraja?

Dan pengalaman terakhir
Sang sopir mengajak kita
Mencicipi kopi Toraja yang sesungguhnya

Suer saya, benar benar lupa
Sedang ada di Kota yang terkenal dengan kopi nya

Warung Kopi Langsung dari Toraja

Untungnya sepi sih,
Jadi hanya kita yang datang
Jadi kita bisa lah
Berpuas hati santai santai
Sambil ngopi-ngopi pake brisik

Berbeda dengan warung di warung kopi
Duduk manis, tinggal teriak kopi satu ! 
Pahit/manis?

Namun Sang pemilik warung di sini,
Kita di layani, di suruh mencium
Dan mempelajari aroma kopi yang mereka
Buka dari toples kac.
Kopi ini masih bentuk bulat bijian
Belum di blender.
Kalau tidak salah ada 3 macam kopi
Disini..
Mempelajari Aroma Kopi Toraja

Aneka Pilihan Kopi Toraja

Aah saya sepertinya
Tidak lulus dalam menikmati aroma Kopi ini
Bau nya kok sama semua yaa? Haha
Beda banget kalau,
Toko Kopi di tanah abang kok kayaknya lebih wangi yaa?

Daripada pusing-pusing,
Saya minta Kopi yang kayak di starbuck !
Eh si engko nya bilang gak ada bu
Karena mereka khan punya resep tersendiri
Yaah kuciwa deh..

Akhirnya, suami dan sang sopirlah
Yang minum Kopi Disini..
Sementara saya cukup mengamati :)
Takut gak bisa tidur ntar malam
(Sudah wisata kuburan + minum kopi sore hari)
Waah bisa mantab penderitaan saya pas tidur

Kapan lagi, minum kopi Langsung dari Toraja?

Gak Tahan Harus Pakai Gula Juga

Bijian Kopi ini di giling,
Begitu kita memesan kopi
Gula terpisah dari Kopi
Katanya sih Kopi ini lebih enak di minum tanpa gula..
Ahh akhirnya suami nyerah bilang pahit tanpa gula

Rasanya emang top, nikmat
Kapan lagi, minum kopi Langsung dari Toraja?
Kata si pemilik warung
Kelebih Kopi toraja ini adalah
Kopi iji tidak menyebabkan asam lambung
Jadi meskipun belum makan
Bisa langsung minum Kopi ini
Mmm kok kayak iklan luwak white coffee?


Oleh-oleh Khas Toraja

Trus kita, di berikan
Cemilan khas toraja bentuknya hitam pakai wijen
Kalau di makan, seperti..
Enak juga sih
Katanya sih cemilan ini,
Sebagai temannya kopi.
Kopiitam ditemani kue itam,
Mau jadi åρå kita nanti??
Maafkan Gak nyambung..

Akhirnya sang suami
Membeli 1 bungkus kopi ini
dalam bentuk bubuk
untuk di bawa pulang
Aah entahlah,emang benar benar enak
Atau segan sama sang sopir? Hiiks



1bungkus cukup mahal juga 70rb
Kalau di makassar menjadi 80rb
Di airport menjadi 105rb


Sampai di Jakarta,
Ternyata penyajian Kopi ini
Tidak se-expert dan sekental ibu
Yang di warung toraja
huhuhu ternyata saya memang
belum memahami Kopi yang sebenarnya

baca juga :

Kete ketsu -->  Tidak Hanya Tongkonan dan Lumbung Padi
Makanan muslim di Toraja
Penuh Tanduk Kerbau di Pallawa Toraja




No comments:

Post a Comment

..Semoga bacaan ini bermanfaat, Jangan lupa tinggalkan komentar ya..
----Terima Kasih---