27 June 2015

Gagal ke Suku Kajang

Dari Mesjid
Kita melanjutkan perjalanan
menuju Desa Suku Kajang.


Sebenarnya Awalnya tidak ada planning
ke Desa suku Kajang ini,
tapi gara gara ketemu sang sopir taxi di Makassar,
baca disini
yang menyarankan kita harus ke suku Kajang,
Katanya kita bisa melihat budaya suku kajang
melihat orang orang yang berpakaian serba hitam
dan katanya tidak tersentuh teknologi.




Awalnya kita sudah masuk menyusuri
Jalan menuju Desa Suku Kajang, saya pikir sih dekat
lah wong sopir yang bawa katanya pernah ke suku kajang,
jadi yaa kita Pede aja sama sang sopir

Dari yang ketemu,
Rumah biasa, rumah yang sudah ditinggal penghuninya
sampai area Pohon Karet dan sekolahan

Seperti di Bulukumba sebelumnya
Bahkan sepanjang jalan
menuju Suku kajang ini,
Kita masih banyak berjumpa
dengan Mesjid dengan Jarak dekat
satu mesjid dengan mesjid berikutnya
 




Tapi lama lama kok, jalannya gak sampai sampai yaa?
Sudah hampir 1 jam, menyusuri jalanan.
Sang sopir sampai nanya 2x kependuduk.
Dari jalanan mulus ber-aspal,
sampai jalanan mulai berlubang lubang,
Desa suku kajang ini tetap belum keliatan.
Saya dan suami mulai degdegan nih..







Melewati Area Perkebunan Karet

dan Gundukan Tanah


Terlebih dengar isue nya,
suku Kajang ini menganut ilmu hitam, 
jangan jangan ada aturan dan syarat tertentu yang harus kita penuhi.
Sementara kita gak punya persiapan apa-apa
Konon katanya, seperti harus pakaian Hitam juga

Sampai akhirnya bertanya sama sopir
"masih jauh gak?, trus suku kajang ini boleh di foto-foto gak?", 
sang sopir binggung menjawabnya.

Sampai akhirnya dia telpon temannya,
yang katanya sering kesuku ini.
Mmm temannya bilang, kita harus menyusuri jalan lagi,
bla bla bla, dari jalan sana masih 15km,
trus izin sama kepala desa akan berkunjung,
oiya disana tidak ada penerangan atau lampu loh..
Berani gak? Harusnya siang berkunjung
ke desa kajang ini, kata temannya di telpon.






Gleek..badan saya mulai panas dingin..
"Nuntut ilmu hitam, gak ada lampu disana, 
trus orangnya tidak menerima teknologi,
trus bajunya hitam hitam semua...!
Spontan saya bilang, gak usah deh,
kita balik lagi aja ke Bulukumba.
*coba deh searching di google 

Coba bilang dari tadi,
Kalau desa suku kajang ini jauh,
Dan ternyata sang sopir pernah
ke suku kajang tapi bukan via jalan bulukumba ini.
Saya pasti dari awal saya bilang gak mau..

Ah, sopir rentalan ini dan sopir Taxi kemaren
sama sotoynya..
menyesatkan saya hiiks..
baca disini (diakhir tulisan)

Akhirnya saya memutuskan untuk langsung ke Hotel saja
ah ternyata Hotel yang letaknya di Tanjung Bira
masih jauh dari Bulukumba,
dan kita butuh waktu 1 jam lagi.!
Ternyata Tanjung bira itu, bukan di Bulukumba glek..glek..
*pingsan..
View sepanjang jalan menuju Tanjung Bira


Menjelang sunset di Bulukumba

view menjelang sunset di Bulukumba



baca juga : 

Nginap di Best Western Plus Makassar




No comments:

Post a Comment

..Semoga bacaan ini bermanfaat, Jangan lupa tinggalkan komentar ya..
----Terima Kasih---