04 June 2015

Berkunjung ke Istana (Tamalate)




Meskipun disini, 
objeknya agak jauh jauh
Namun Tidak terlalu macet 
seperti Jakarta
Maka dalam 1 hati kita bisa -
mengunjungi beberapa
Objek wisata :)


Saya suka Font-font besar di Makassar ini


Gak Pake Capek Hati, gak Pake nyasar
Capek, ya tinggal tidur di mobil hehehe
Meskipun Kurang perjuangan

Tanpa disadari kita sudah sampai lagi di
Objek berikutnya yaitu
Istana Tamalate, dan Museum Balla Lompoa
(Yang berada satu Lokasi)
Jadi sambil mendayung minum Air
apaceeh??
Sebenarnya Pintu Masuk ada 2
Depan dan Belakang, Namun hanya
Pintu Belakang saja yang di Buka

Masuk Kawasan ini,
DiPungut Biaya se-ikhlasnya
Seikhlasnya itu boleh seribu gak sih?? Hehe
Plus menuliskan nama kita di daftar Tamu

Sebenarnya Kawasan ini,
Cukup Bersih, terawat dan tertata rapi
Tapi entah Kenapa,
Penjaga Museum ini,
Berjualan di area Pintu Masuk
Dan kesannya mengotori Area Istana ini
Ya mungkin bisa aja berjualan,
Namun ya di Tata Rapi juga,
kayaknya gak kena Estetikannya 
Jadi kurang Ciamik.. 

Area yang 1 lokasi, Jadi sambil mendayung minum Air



Sayang area Istana Tamalate ini
Tidak diBuka Untuk Umum,
Hanya saja, kita bisa
Berfoto di bagian Area Depan




Pohon ini Indah banget serasai di DUBAI gleek

Jika Berbicara Istana,
Jangan di Bayangkan 
Istana Princess yang Megah ya
Istana ini, 
Identik dengan Bangunan Full Kayu
Terdapat 2 lantai,
Lantai bawah Kosong, 
seperti Umumnya
Rumah Adat


Istana ini, Full Pillar-pillar




Dan Lantai Atas merupakan ruangan
Oya, terdapat Jembatan
Dari Istana menuju Museum
Waah kayak Bangunan ITC doonk ya?? 
Berarti konsep ITC
sudah ada dari jaman dulu xixi







Font-font besar ini
Sepertinya menjadi ciri khas
Wisata di Makassar ini
Saya suka banget, dengan font ini
Font ini Bisa Identik dengan Kota Makassar





Dimana-mana, Pasti ada Tulisan Besar ini
Harusnya Kota Lain meniru Font seperti ini ya
Seperti Tulisan Amsterdam di Belanda





Terdapat Museum Balla Lompoa
Di Museum ini,
 Kita bisa membaca sejarah
Raja Gowa, dari silsilah, Bahasa,
Maupun benda benda peninggalan sejarahnya


Pintu Masuk Museum





Oya Museum ini, Full dengan kayu
2 lantai, lantai bawah kosong
dan lantai atas 
merupakan area Museum


Ornament Museum ini, Sangat Identik dengan Merah


Peninggalan sejarah Kerajaan Gowa


Didalam Museum ini,
Hanya di Jaga oleh 1 orang penjaga
Itupun nyambi Jualan di dalam
ruangan bagian depan museum ini

Aah..lagi lagi kenapa
Objek wisata ini di rusak Keindahannya
Oleh Pedagang-pedagang,
Yang berjualan tidak pada tempatnya
(Tidak hanya disini,
ditempat yang saya 
kunjungi selalu saja begini)

Next Place Benteng Forterdam




1 comment:

..Semoga bacaan ini bermanfaat, Jangan lupa tinggalkan komentar ya..
----Terima Kasih---