08 April 2015

Planetarium Jakarta, (seharusnya) menjadi tempat yang Menarik

Planetarium adalah
Sebuah tempat yang memberikan 
informasi mengenai benda-benda langit 

Di Jakarta, Juga terdapat Planetarium ini


Suka Banget foto di sini, Iconik

Depan Pintu masuk Planetarium

Harusnya Planetarium,
menjadi tempat yang menarik di kunjungi anak-anak 
maupun dewasa

Karena, kemaren waktu mengunjungi Planetarium 
bertepatan hari sabtu sebagai libur nasional .
Planetarium ini ikutan tutup, 
harusnya tetap buka, layaknya pengelolaan swasta yak. 





Akhirnya saya kembali lagi pada hari Selasa, weekday. 
(Saat Anak-anak sudah Pulang sekolah)
Katanya sabtu dan minggu 
Planetarium ini hanya diperuntukan untuk rombongan. 
Nah loh gimana kalau weekday orang-orang pada kerja. 
Kasihan khan?



Harap cek Jadwal sebelum kedatangan, jangan Sampai terlambat

Cerita ini, 
sebenarnya ter-inspirasi dari buku IPS dan IPA Anak saya, 
yang bercerita mengenai tempat rekreasi di Jakarta 
dan kebetulan anak saya juga sudah mulai 
mempelajari Planet-planet hihi..

Terakhir saya ke Planetarium ini 14tahun yang lalu

Well..Terakhir saya ke Planetarium ini, 
kira-kira sudah 14tahun yang lalu, Tragis..
bahkan suami saya belum pernah sama Sekali, 
Makin Tragis lagi !


1kawasan dengan TIM


Planetarium Jakarta ini berada di dalam -
gedung TIM atau Taman Ismail Marzuki di Cikini. 
Kesan pertama memasuki kawasan TIM,
tampak tidak terlalu banyak perubahan dari zaman ke zaman, 
kurang menarik dari tampak depan, 
kata orang jaman sekarang kurang eye cacthing.

Gedung Planetarium Jakarta ini berada di bagian paling depan, 
tampak gedung ini identik dengan warna biru.
Memasuki, gedung ini seperti 
memasuki gedung lama, 
meskipun masih tertata dan terawat dengan rapi.


Gedung ini, di Bagun sejak Zaman Bung Karno

di Background Galileo Galilei, Ahli Astronomi


Harga Tiket yang Super Terjangkau

Tiket yang saya pegang






Walaupun saya lupa lupa ingat,
mengenai Planetarium ini. 
Tapi Tampak tidak banyak perubahan dari gedung ini, 
sistem antrian tiket Pakai kursi biru ini, 1 tiket max 6 orang. 

Harga tiket juga murah meriah dan terjangkau, Salut !! Anak-anak 3.500, dewasa 7rb. 


Astronot saya :)


Cukup ramai juga pengujung pada hari itu 
Tapi saya rasa tidak sampai 300 orang. 
Artinya gedung pertunjukan Planetarium ini 
tidak akan sampai penuh terisi. 



wuiidih, lagi megang matahari..Panass


Expresi Mereka dengan Zodiaknya.. :)

Harus di baca, agar ilmu nambah..

Bagian Planetarium Hall. Bagus banget.. Hidup

Sikecil yang sudah mulai mengenal Zodiak. Tapi belum kenal Ramalan Zodiak kayaknya :)

Tampak Hidup, dengan cahaya Lampu


Sedikit yang Βaru disini, adalah adanya Hall Planetarium, 
(berada di belakang tiket atau di sekitar musholla)
yang menjelaskan aneka-aneka planet dan 
Rasi bintang di dalam gedung itu. 
Disini terdapat info detail mengenai planet, dan tak lupa bernasis ria. 

Sayang Banget,
saat saya ke Sini, Teleskop sedang di Service
Padahal katanya, tanggal 2April 
melalui Facebook Planetarium jakarta
teleskop ini sudah kembali bisa difungsikan)

Dan ternyata Tanggal 4 April merupakan gerhana Bulan hiiks..
kecepatan datangnya



Tampak Full Planetariun Hall

Bagus Khan??, buat nambah Ilmu dan Killing Time menunggu Show


Sembari menunggu pertunjukan, 
pengunjung bisa shalat Dzhuhur/ Ashar.
Musholla dan toilet cukup beraih dan besar. 
Sayang ada beberapa pedagang yang mencoba 
berjualan di dalam gedung dan 
di area lolasi ini yang kurang indah dari segi estetika. 
Karena gedung ini tidak di desain untuk lapak pedagang. 




Para Lapak Pedagang


Pertunjukan saat itu jam 16.30 dan 
Jam 16.20 pintu pertunjukan sudah dibuka.

Tempat Show, di lantai 2

Jika anda yang belum pernah ke planetarium Jakarta.
Saya berikan sedikit info, 
Planetarium disini, sama seperti menonton di keong mas. 
1 show dapat di isi dengan 300 kapasitas. 
Di tiket tidak ada nomor Bangku..
Bahkan ada yang berlari-lari 
ingin mendapatkan posisi yang oke. 
Jika di keongmas kita terdapat layar yang besar 
dan kadang 3D menggunakan kacamata 3Dimensi
Area pertunjukkan ada di Lantai 2
Saya tidak melihat, apakah tempat ini.
Support untuk Dissable..

Nah kalau di Planetarium ini,
Layar nya bulat (memenuhi area ruangan), 
jadi untuk menonton kita bisa melihat ke atas atau kursi di rebahkan. 
Maka posisi yang tepat adalah di area paling belakang.. 
Tidak mengganggu orang lain :)



Bagian Atas, full layar Bulat..Keren

Jam 16.30, setelah semua penonton masuk, 
(Usahakan Jangan telat )
maka lampu mulai padam dan gelap, 
layar besar di atas kepala mulai 
menayangkan gemerlap langit-langit. 
Kita serasa lagi tidur dengan dihiasi 
pemandangan dengan 1000 bintang-bintang.
Cantik banget.. 
Seandainya, di rumah bisa melihat Indahnya View bintang ini
Tanpa Polusi udara dan Polusi cahaya
(seperti di Pertunjukan Planetarium ini)

Trus tiba-tiba, mulai deh ada mas-mas. 
Yang ngomong, show akan di mulai, 
juga ada peringatan dilarang menyalakan 
semua benda-benda yang bercahaya, 
termasuk hp, senter atau camera. 
Karena langit memang benar-benar hitam saat itu, 
jadi kalau ada cahaya sedikit, jadi agak mengganggu


Salah satu bagian Show di Planetarium, Sure ini Tanpa Flash dan cahaya, (jadi enggak mengganggu yang lain)

Dan ternyata si mas, 
berfungsi sebagai narator menjelaskan A sampai Z, 
mengenai show dan benda-benda yang silih
berganti di layar yang ada. 
Bahkan, juga menggunakan Pulpen Laser warna merah
Mengarahkan Ke layar atas, (menjelaskan ceritanya)

Si mas tadi tidak berhenti berbicara dari 
Awal sampai Akhir show.
disitu saya merasa sedih.. 

Planetarium yang saya bayangkan sesuatu yang indah, 
seperti pertunjukkan 3D, 
dengan teknologi yang mulai canggih..
Ehh ini kok malah,
cuma di hiasi dengan penjelasan dari narator mas-mas tadi..?


Itu ibaratnya saya sedang mendengarkan 
cerita dari guru saya/Dosen  
atau sedang mendengar cerita dari penyiar.

Meskipun suara si mas tersebut merdu 
dan enak di dengar dengan intonasi yang jelas. 
Tetap aja bikin ilfil dan kecewa. 
Gak jarang bikin ngantuk,
di tambah dengan Alunan musik pengiring tidur,
Bahkan suami saya tertidur pulas disini.. Gleek..

Sepertinya dulu show di Planetarium ini 
jauh lebih menarik dan di dukung 
oleh sound seperti bioskop (suara seperti ada di film-film gitu), 
bukan dari suara kayak penyiar ini.. 
Aah entahlah mungkin saya yang lupa atau galau..

Kalau gini mah, show Taman mini lebih yahud, 
dan lebih modern, dibandingkan Planetarium ini..
Apalagi jaman dan teknologi khan
sudah jauh berkembang bukan?, 
Kenapa show tidak di bikin 3D ? 
Harga Tiket Naik mungkin tidak terlalu menjadi masalah

Harusnya Planetarium Jakarta, 
ikut meniru Planetarium negara luar 
yang jauh lebih canggih, keren dan Modern

Harusnya Planetarium ini, 
menjadi tempat yang menarik buat semua orang, 
karena mengenal dan mempelajari 
planet itu suatu hal yang menarik bukan? 
Menarik untuk anak-anak maupun dewasa, bahkan lansia.
Kalau begini, yaa mungkin orang-orang akan 
1x se-umur hidup kesini.. 

Dan Saya baru ngeh,
Tanggal 4 April esok harinya,
akan ada Gerhana Bulan,
dan Bisa lihat di Teleskop di Planetarium ini.
(waduh, kecepatan 2 hari kesini nih)


Show berakhir, lampu semua Gelap dan Semua Pintu sudah di Kunci


Pertunjukan 45menit itu berlalu cukup lama rasanya, 
begitu semua penonton bubar, 
tampak semua Gedung dan area sudah sepi. 
Semua pengunjung turun ke lantai bawah
(karena show berada di atas)
Semua karyawan-karyawan sudah pulang, 
bahkan semua pintu-pintu susah terkunci rapi.
Itulah beda nya, jika di kelola Pemerintah vs swasta yaa.. 

Pulang dari Planetarium ini,
kita Bisa mengunjungi Pertunjukan di Taman Ismail Marzuki,
Lihat Kampus IKJ, atau nonton di Bioskop XXI
atau Bahkan santai dan nongkrong 
di warung-warung seberang kampus IKJ


Alamat Planetarium Jakarta :

Taman Ismail Marzuki, 
Jalan Cikini Raya No.73, 
Jakarta Pusat, 
DKI Jakarta 10330, Indonesia
021 - 2305146


baca juga:

Belajar Ice skating , Jangan Bikin Kapok doonk 
Weekend ke Bintaro Xchange 
Waspada di Mall Taman Anggrek
Berkunjung ke Kandank Jurank Doank
Penasaran dengan San Diego Hills




1 comment:

  1. Hello! Saya Aurelia, mahasiswi Jurusan Arsitektur Universitas Tarumanagara yang sekarang sedang menjalankan Tugas Akhir.
    Dalam memenuhi Tugas Akhir ini, saya akan mere-design Taman Ismail Marzuki, khususnya bagian Planetarium.
    Mohon saudara/i berkenan meluangkan waktu untuk menjadi koresponden saya agar design yang dihasilkan nantinya tepat guna dan sasaran.
    Syarat untuk menjadi koresponden adalah PERNAH mengunjungi dan menikmati pertunjukkan Planetarium Taman Ismail Marzuki.
    Berikut link-nya : http://goo.gl/forms/XaZDQUhgGM
    Atas bantuannya, saya mengucapkan terima kasih.

    ReplyDelete

..Semoga bacaan ini bermanfaat, Jangan lupa tinggalkan komentar ya..
----Terima Kasih---