10 April 2015

Bersama Anak , Ke Museum Gajah siapa takut ?

Siang itu saya (mendadak)
mengajak anak-anak ke Museum Gajah
yang sekarang lebih di kenal dengan Museum Nasional.

Harusnya Nama museum ini tetap Museum Gajah,
Biar tidak rancu dengan Monas,
yang juga dikenal dengan Museum Nasional.



Foto Keluarga di Museum

Kenapa museum Gajah? 
Karena adanya patung Gajah gajah berbahan Perunggu
hadiah dari Radja Thailand Berada di depan gedung ini,
(Suer baru ngeh itu Perunggu, kayak Arca Juga)

Kemudian Museum ini berkembang dengan ditambahnya
Patung lingkaran di depan museum nasional
(Jika dari Jauh, patung ini seperti Lingkaran,
namun jika dilihat dari Dekat,
Di dalam Patung ini terdapat orang yang sedang berputar
Saya Lupa menanyakan nama dan Arti Patung ini


Coba Perhatikan Detail Patung Lingkaran ini

Seminggu sebelumnya,
saya juga pernah mau berkunjung juga ke museum ini,
cuma dikarenakan tanggal merah,
museum ini ikutan merah eh liburr maksudnya.

Jadilah weekday, sekalian jalan kita samperin.
Karena di kejar target harus ke tempat lain, 
maka saya cuma bisa max 1/2 jam di museum ini. Hiiks.. 


Kesan Megah dan Terawat nampak Pada Gedung Museum ini


Tiket masuk Museum


Weekday, pengunjung cukup ramai saat itu

Saya pikir museum ini bakal sepi.
Ternyata cukup ramai pada saat itu,
ada rombongan anak SMP, orang kantor,
keluarga lainnya, rombongan anak TK
dan bahkan bule juga ada.

Tiket masuknya, cukup murah meriah,
Dewasa Rp 5.000, dan Anak-anak Rp 2.000
(Karena dilihat dari perawatan,
pemeliharaan dan sistem pengawasan museum ini,
pastilah tidak tertutupi dengan harga tiket segitu,
tentunya di support oleh Pemerintah).


Harga Tiket dan Jadwal secara Detail


Banyak Sekali arca arca disini,
peninggalan dari jaman majapahit
dan lainnya, dari ukuran kecil sampai besar,
bejejer di dalam ruangan maupun perkarangan.


Salah satu Arca yang saya suka
Pengunjung Ramai weekday saat itu

Untungnya sih, karena museum ini cukup besar,
jadi semua pada mencar.
Sesuai minatnya. Jadinya tidak terasa crowed lagi.
Terdapat 2 gedung,
gedung A dan Gedung B

Hampir Semua ruangan museum indoor,
Di lengkapi dengan Ac jadi cukup sejuk disini.
Lupa kalau di luar lagi panas terik.

Saya merasa sedang berada di Rumah Mewah,
Karena di Museum ini,
Banyak Pilar-pilar atau Tiang-tiang Tinggi
Cocok juga buat Foto Pre-wedding nih..
Foto keluarga ataupun model dak-dakan (seperti sayah)


Saya suka Pilar-pilar disini..

Sisi Outdoor, seperti berada di Istana Ya




Museum Keramik, Satpam dan CCTV  disetiap Sisi


Sisi Ruangan Miniatur Rumah adat


Semua Benda ada Nomor dan Keterangannya


Museum Tekstil, Aneka Songket



Museum Tekstil, Batik


Proses batik Cap

Memperhatikan dengan Seksama


Indonesia juga Kaya dengan Aneka Topeng



Capek?? Bisa duduk disini


Indoor full Ac dan Ada TV sebagai Pusat Informasi



Banyak Sekali arca arca disini,
peninggalan dari Zaman majapahit
dan lainnya, dari ukuran kecil sampai besar,
bejejer di dalam ruangan maupun perkarangan.

Semua benda di Museum ini,
di Simpan dalam Lemari kaca,
Semua Benda di Beri Nomor
dan terdapat Keterangannya
Jadi Tanpa pemandupun kita bisa tau
Terdapat Bahasa Indonesia dan English


Si Kecil dengan Potret di kelilingi Arca



Semua benda Masuk Lemari Kaca, Untouchable

Banyak penjagaan satpam dan cctv dimana-mana,
mungkin karena dulu pernah -
kejadian beberapa arca yang hilang yaa.
Sebenarnya banyaknya satpam ini (hilir mudik),
membuat suasana jadi tidak nyamam,
serasa di awasi terus.

Bahkan Tiba-tiba
ada serombongan Satpam
mendadak datang,
kayak Mau nangkap Maling..
Shock Juga saya, dia mendekati saya..
Saya Salah Apa??

eeh..ternyata, mereka cuma bilang ke Anak saya
dilarang Naik ke atas Kayu berada di Trap disana..baah
Gak Usah bikin Shock gitu juga Kelees..

Selain arca, juga ada museum tekstil,
tenun dan batik, juga ada museum tentang keramik
dan miniatur mini rumah adat Indonesia.


Patung Nias ini, beraada di Pojok, Disisi Gedung B

Sayang banget saya diburu waktu berada disini.
Jadinya saya tidak sempat membaca secara detail,
keterangan mengenai semua benda-benda sejarah di museum ini.

Apalagi saya tidak sempat melihat Lukisan Liu Kuo Sung
Dikarenakan berada di gedung terpisah.
Meskipun tidak membayar tiket lagi.



Liu Kuo-Sung merupakan seniman terpandang asal China.
Ia dikenal sebagai Bapak Lukisan
Tinta Cina Modern sekaligus pelopor lukisan Cina Modern.

Anak-anak saya juga cukup enjoy
berada di museum Gajah ini.
Mereka bisa mengenal benda-benda bersejarah disini..

Area Parkir berada di Basement
Lain kali, saya ingin berlama-lama berada di museum ini,
dan membaca semua dengan detail ;)

Jadi jangan takut ke museum yaa ..

Alamat Museum Gajah:
JL. Medan Merdeka Barat No. 12
Jakarta Pusat
(sebelum RRI)
Atau berada di Seberang Monas


baca juga :
Having fun di DMZ museum
Ini Cerita dari Puri Bening Hotel Kintamani
Pilih Jasa Tour atau tidak?
Perlengkapan yang harus di bawa ke pantai

1 comment:

  1. Waktu SD pernah study tour ke museum gajah. udah lama jg pengen ajak boyz kesini. sayang libur sekolahnya ga kompakan :(

    ReplyDelete

..Semoga bacaan ini bermanfaat, Jangan lupa tinggalkan komentar ya..
----Terima Kasih---