27 January 2015

Having fun di DMZ museum

Setelah larut dalam malam Tahun baru semalam,
Maka hari pertama di Tahun 2015
Memutuskan berangkat jam 11 saja hotel.
Presepsi saya ternyata salah,
Di sangka anak-anak bakal kecepan, ternyata lagi-lagi berenang dan berenang.
Sampai akhir jam 10.30 baru kembali ke Kamar. Top deh..

DMZ museum review

Jam 11 teng sopir rental sudah datang.
Enaknya tuh bali dan lombok, budaya nya cukup ontime.
Malu juga donk ah jika telat.

HTM DMZ museum review
Tiket masuk 100rb (katanya sudah promo)


Planning hari ini ke DMZ museum,
apa itu DMZ museum? 
Itu loh museum trick art,
Museum ini full di isi oleh lukisan,
Sekilas jika mata memandang,
lukisan ini seperti lukisan biasa,
namun lukisan ini bisa tampak sangat hidup jika berada dalam camera foto.
Maka tak heran lukisan ini disebut dengan 3D
atau juga Museum Trick eye,
Museum Trick art ini juga ada di Korea,
Singapore,malaysia,thailan dan mungkin di negara lainnya, dan
Pernah juga hadir di mall Jakarta, bahkan Jogja
dan Mungkin bakal nyusul di kota-Kota lain

jalan jalan ke DMZ museum review

Museum ini ternyata memang di bangun oleh orang Korea Asli.
Jadi lumayan lah, kalo saya nanti ke korea or ke singapore -
gak perlu lagi repot-report dan tentunya pasti mahal
ke museum trick art ini hahaha ngayal dah..

Museum yang berlokasi di Legian Bali
Tidak terlalu jauh dari Hotel Santika tempat saya menginap





Museum ini ternyata memang masih baru di Bali, 
yaa sekitar 2 atau 1 tahun yang lalu.
Untungnya saat saya sampai masih Pagi
jadi pengunjung belum terlalu banyak
atau pengunjung masih kelelahan efek dari tahun baru,
apalagi bulenya nyaris tidak tampak di museum ini.

Tampilan luar dari DMZ museum ini jauh dari wah,
dari luar sih tidak meyakinkan kalo di sini ada museum seni.
Tampilan Loket penjaganya juga biasa banget.

Tiket di brosur in english tertera $ 25,
namun katanya lagi promo jadi kita cuma bayar Rp 100ribu. yeaay asyik
Termasuk anak-anak.
Iya sih kalo tarifnya 250rb-300rb mah kemahalan saya rasa.

di Pintu Masuk DMZ

Trus, di pintu masuk pengunjung di wajibkan membuka sendal,
dan disediakan kantong warna biru/pink -
sesuai ukuran besar sendal rombongan kita.
nantinya kantong tersebut di nomorin dan bisa di ambil di pintu keluar.

Ahh.. Ketika Mulai masuk,
Pengunjung sudah mulai evouria nih,
pengen foto-foto pada semua bagian gambar.

Ada malah yang belagak pilon, 
sudah di tungguin buat gantian foto masih aja lama-lama bergaya,
Atau ada lagi saat kita mau jepret,
eh orangnya gak mau geser, akhirnya khan fotonya gak dapat full..
bete

Atau ada juga saat mau foto, ada yang lewat..
Uugh gak liat apa , orang dah bergaya.. Hiiks

Di bagian awal masuk sih, ada petunjuk bagaimana foto,
terdapat tanda camera di bawah lantai.
Namun makin ke bagian dalam, -
kok petunjuk foto tersebut tidak ada yaa?,
Malah foto- foto terkesan padat,
jarak lukisan kiri kanan sangat berdekatan,
udah gitu kadang di bawah lantainya juga ada langsung gambar.

Jadi yaa wajarlah,
lagi foto tiba-tiba ada yang lewat,
atau gak mau tau dia juga mau foto pada bagian sisi sebelahnya.

Semua lukisan-lukisan disini bagus banget, 3 dimensi banget..
Pengen banget rasanya punya lukisan 3D ini ada di rumah,
tapi belum tau nih apakah ada pelukisnya di jakarta/tidak.


Di Setiap lukisan ini,
sayangnya, tidak ada petunjuk/ peraga foto di samping gambar,
Jadi untuk masing-masing gambar,
pengunjung harus bisa mengartikan
gambar yang tepat dan sehingga harus bisa berpose yang tepat.




ada apa di DMZ museum review


Harusnya minimal ada contoh gambar posenya seperti apa,
atau dengan layaknya sebuah museum
harus ada keterangan/info tentang gambar tersebut.
Jadi khan pengunjung puas dan mudah paham.

Sementara staf di museum ini sepertinya juga terbatas,
tidak semua tempat mereka ada dan tidak juga memberikan info,
posisi angle camera yang tepat dimana dan bagaimana.













Tapi lumayan puas sih, bergaya di semua dinding lukisan ini,
Saking banyaknya gambar saya jadi sampai capek dan neg haha, 
bahkan ada beberapa yang kita lewati lukisannya
antara keramaian gara-gara yang antri foto banyak
atau gak gerti mengenai posisi foto di lukisannya

Berikut sebagian foto-foto saya :
Gimana Keren-keren khan













foto bergaya surfing dimana


ada apa di DMZ museum BALI review


dewizul,ada apa di DMZ museum BALI review


Karena ini Museum di BALI..
maka mereka tidak lupa menghadirkan
lukisan Nuansa Bali

 


Padahal Museum ini dari luar tampak kecil,
namun ternyata bisa di sulap seperti besar,

Oya, ada beberapa hal. Yang harus diperhatikan jika ke
DMZ Museum :

1.  Jangan pernah Kesini, tanpa bawa teman,
     laah kalo gak bawa teman, nanti siapa yang fotoin kamu? Haha
     mau ditemani full sama SPG nya khan gak mungkin,
     apalagi pake tongsis pastinya tidak memenuhi semua penampakan lukisan.

2. Bawalah teman yang se-narsis..
    Jangan cuma bawa ibu/ayah mu doang, pasti ide dan gayanya gak bakalan heboh


foto sedang dimakan ikan paus?,ada apa di DMZ museum BALI review


3. Kalau foto, sesuaikan dengan tema Foto,
    Misalnya kalau foto ikan Paus siap menerkam, yaa kita expresnya jangan senyum donk
    Expresi yang benar khan harusnya cemas/ketakutan

4. Saat melihat foto, Jangan lupa perhatikan hal detail
   seperti di bawah ini, kiri-kanan ada colokan listrik dan dupa dan gambar kena fash camera
   tentunya merusak ke bentuk foto, Jangan lupa di edit !




5. Sebelum foto perhatikan posisi, bentuk gambar, dan pose foto
    Jangan salah gaya, atau posisi tidak pas seperti ini :

lewat garis, jadi foto gak looks real

6. Pastikan Kamu bawa smartphone yang resolusi kamera cukup bagus atau camera DSLR,
    DSLR lensa cukup dengan lensa kecil saja, karena lukisan sangat berdekatan.

7. Jangan lupa charge full, baterai camera anda.
    Kesini tiada kata lain selain hanya untuk nampang exist

8. Ingat, kalau sedang ramai fotonya jangan ke-lamaan, harus bergantian ya
    kalau orang lain lagi foto, ya kita harus nunggu juga

9. Maaf semua lukisan ini tidak support untuk pengunjung difable,
    atau yang menggunakan Kursi  roda--> harusnya dipirkan juga ya ke-existan mereka





Ac Lagi mati, Peak Seasson saat Tahun Baru pula, Trik karena tarif Promo atau bukan ini??


Alamat DMZ museum: 
Jl.Nakula no.33
legian
Kuta Bali
0361-8496220-6221
www.dmzbali.com

Having fun..


baca juga ;
Santika kuta OOhh Santika
Taman Narmada, Desa Sukarara menyenangkan..


 

 


No comments:

Post a Comment

..Semoga bacaan ini bermanfaat, Jangan lupa tinggalkan komentar ya..
----Terima Kasih---