26 January 2015

Cerita derita, Tahun Baru di BALI

Sekarang tanggal 31 desember
Dan saya di BALI uhuuy..


dzilly dan dzarifa di bali
Kecil-kecil Narsis depan kaca

Planning nya dari awal
Cuma menghabiskan waktu sampai sore di hotel,-
nge-charge baterai badan hihi
Karena malamnya kita mau Tahun Baruuu..

Abis breakfast,
Kita berenang di hotel.
Anak saya mah,
kalo sudah berenang bisa ber-jam jam dan lupa waktu..
Pengunjung hotel yang berenang sudah silih berganti, 
eh anak saya malah masih, stay di kolam renang hihihi..

Dari Siang sampai sore,
Kita tiduran di hotel.

Sore nya, karena laper
Akhirnya kita keluar hotel juga
Gara-gara, 4 hari
Gak nemu makan yang enak selama di lombok.
Akhirnya kali ini
Kita bertekad harus nemu makanan Padang hari ini..
Maklum lah secara kita lidah Padang banget geto loh..

Sedikit bersusah payah kita dari hotel,
berjalan kaki mencari restoran Padang,
Eiits ketemu juga 2buah restoran padang disini.
Karena berharap nemu Restoran Padang Sederhana di sekitar kuta ini,
namun celengak celenguk dan lihat peta kayaknya sih jauh banget,
stop taxi Minta bayar 75rb, walaah.. 
Udah terasa Banget tahun baru di Bali,
karena banyak jalan yang mulai di tutup,
jadinya sopir-sopir pada getook harga deh..



Nasi padang di Bali
Resto Padang ini, Cukuplah sekedar mengobati rindu dengan masakan rumah


Yaa udah deh,
makan yang pasti-pasti saja,
Kita Mampir deh Rumah Makan Kapau
Jl.By Pas Ngurah Rai
mana anak-anak sudah teriak lapar dari tadi :),
walaupun tidak sesuai expektasi,
namun cukuplah sekedar mengobati rindu dengan masakan rumah :)

Lanjut deh,
Sesuai planning kita otw Pantai Kuta.
Setelah jalan,
Pantai Kuta ini kok mulai terasa makin jauh yaa haha,
mungkin karena bareng anak-anak,
jadi takut anak-anak tidak kuat jalan.

Akhirnya kita coba stop taxi Bali (lagi).
Tentunya sebelum naik, saya nanya dulu ke Kuta mau atau tidak.
Wadduuh lagi-lagi tarifnya ajib banget,
dari Ngurah Rai Ke Kuta minta 300rb.. Waah ini mah gak wajar banget..
Sang sopir, bilang harga bisa nego,
tapi saya malas nawar ah.. Mau di tawar berapa coba ??!
Trus selang beberapa menit,
berhenti lagi taxi lain, nawarkan diri..
Aah sudahlah, saya bertekad jalan kaki saja..

Trus tiba-tiba, lewat taxi Blue Bird,
tadinya sih suami saya sudah ilfil,
tetap bertekad mau jalan kaki,

Depan galeria Mall

Tapi gak ada salah nya sih kalau blue bird,
Mumpung taxinya berhenti.
Ehh untungnya bapak taxi blue bird ini mau-
dan tetap menggunakan Argo normal.
Naah itulah hebatnya Taxi Blue Bird,
keadaan apapun bikin kondisi damai..

Akhirnya dengan tarif argo blue bird
saya cuma bayar 50rb.., bayangkan hemat 250rb ! Hikss

Taxi berhenti di depan Hotel Grand Ina,
mmm lagi-lagi saya menyesal kenapa tidak pilih hotel-
di sekitar sini saja ataupun di poppies,
khan tinggal ngesot jalan kaki saja :(


Tahun Baru di BALI

Sudah mulai gelap di daerah Kuta ini,
Tampak sudah mulai ramai pengunjung,
dan tentu juga pedagangpun juga mulai ramai
menjajakan dagangannya terutama pedagang bando dan pedagang terompet.

Aaiih saya pun tidak tahan,
Tidak tergoda untuk membelinya.
Untungnya sih,
bando dan terompet ini harganya-
masih normal dan cukup terjangkau buat saya @15rb.


Tahun Baru di BALI bersama anak anak


Pedagang Yang berharap Jualannya laris manis di Tahun Baru


Saat itu masih jam 7,
Itu artinya masih butuh 5 jam lagi-
kita harus berada di Pantai Kuta ini..
Tadinya sih senang-senang aja,
jalan kaki sepanjang kuta,
futu-futu di Hardrock cafe, beli jagung bakar.

Tadinya niatnya Pengen lesehan di pantai kuta,
tapi kok anginnya kenceng banget yaa?,
bawa anak lagi takut pasir masuk ke mata.
Saya sih bawa kacamata hitam,
Nah lohh malam2,pake kacamata itam. Salah gaya khan??

Namun lama-lama mati gaya juga disini..
Sekedar jalan-jalan di kuta ini.
Nunggu jam 12 kok lama beneer?? 


hiii...awas, di lilit ular


Teman Baru :)


Akhirnya kita masuk beachwalk mall.
Ini bocah-bocah saya ber2,
herannya kok minta di beliin bikini?
Waduuh gawat,
pengaruhnya woow banget baru 5 hari disini nak..
(sebelumnya 4 hari di lombok).


Bikini baruu... haha

Setelah nemu bikini buat si bocah-bocah..
Anak-anak Mulai deh ngeluh capek,
haus..yaa sudahlah,
akhirnya kita stop di Dairyqueen di beachwalk ini..
Cukup lama juga kita leye-leye di cafe ini. Hampir 2 jam

Pas jam 11, kita mulai kembali jalan menuju hard rock.
Pantai sudah tampak makin ramai dari seblumnya.
Sudah mulai gerimis.
Anak-anak dibekali dengan topi dan jacket.
Sempat stop juga ketika hujan makin deras. 



Persiapan buat Tahun baru..


Tahun Baru di BALI bersama anak anak
Orang-orang mulai turun ke Jalan

Dan jam ½ 12, sudah mulai reda..
Kita kembali masuk ke arah Pantai.
Untungnya sih agin tidak lagi kencang.

Lagit sudah mulai tampak di hiasi kilap kilap petasan silih berganti.
Dari sisi kiri, tengah maupun kanan.
Dan hebatnya petasan-petasan ini bukan dari pribadi pengunjung.
Malahan pemda di Bali ini melarang untuk menjual petasan.
Ooh pantesan saya tidak melihat pedagang petasan sepanjang jalan tadi.


Tahun Baru di BALI bersama anak anak
lesehan duduk di pasir Kuta..


Sudah jam 11.45 itu artinya 15 menit lagi.
Makin ramai orang-orang pada hadir di pantai kuta ini,
untuk sekedar duduk-duduk di lantai maupun menunggu jam 12.

5 menit sebelum, jam 12
Tiba-tiba hujan deras turun.. Byurr byur..
Semua orang yang ramai tadi tampak membubarkan diri.
Berlari mencari tempat berteduh.
Termasuk saya dan anak-anak,
saya berteduh di bawah tenda di sekitar pantai.

Di bawah tenda ini, penuh dengan orang-orang Bau minuman keras..
Waah, rasanya pengen buru-buru pergi dari sana namun apa daya masih hujan.

Di langit, masih tampak kelap kelip dan meriahnya bunyi petasan.
Tampak daerah bagian Nusa dua,
Petasannya jauh lebih keren dan berbentuk.
Katanya sih itu ada event dari salah satu hotel di nusa Dua.

Karena saya tidak tahan bau dengan alhkohol di bawah tenda tersebut,
saya buru-buru keluar, dan kembali ke arah pantai.
Masih hujan namun sudah mulai rintik-rintik. 


Yeaay, akhirnya bisa juga Tahun Baru di BALI..
Bunyi petasan tiada berhenti sahut-sahutan, langit tampak berwarna..

Tidak lama dari itu, Setelah melewati Jam 12 teng
Saya dan suami memutuskan, ayoo saatnya kita kembali ke Hotel.

Waah waah tak di sangka.
Ternyata jalan pulang lebih crowded dari sebelum berangkat.
Bahkan untuk bergerak sedikitpun butuh kesabaran.
Butuh waktu dan jalan perlahan-lahan menuju perempatan Hotel grand Ina


Seandainya ada sedikit yang memicu untuk kerusuhan,
maka habislah kita terinjak-injak saking padatnya jalanan itu.
Saya tetap memotivasi anak-anak tetap jalan, dan jangan mengeluh..

Untunglah saya memiliki anak petualang..
Setelah melalui jalan 20menit-an (yang rasanya 1 abad)
kita melalui perjalanan yang Paling sulit,
jalanan yang sangat padat tadi sudah mulai berangsur tak sepadat tadi.

Makin menyesal sih saya tidak memilih menginap -
di sekitar poppies saja atau bahkan di Grand Ina yang tampak sangat dekat.

Mmm perjuangan belum berakhir.
Karena Hotel Santika tempat kita menginap,
belum kelihatan, tepatnya masih sangat jauh versi suami saya.

Saya mah ikut saja, 
Begitu Kata suami, arah hotel harus lewat sana dan sini,
karena saya tidak berpikir Sehat lagi dengan kondisi,
yang seramai itu, mana hujan dan kita tetap jalan kaki.

Kita tetap menyusuri jalan trotoar di sepanjang itu,
karena jalanan sudah mulai tampak dikelilingi oleh parkiran motor.

Sepanjang jalan,
saya berharap ada tukang ojek yang menawarkan untuk mengantar saya, 
sambil tetap berdoa agar sampai dengan selamat.

Dan اَلْحَمْدُلِلّهِ رَبِّ العَا لَمِيْ .
Doa saya terkabul.
Tiba tiba ada yang teriak teriak menawarkan Jasa Ojek..
Wahh langsung saja saya respon,
Dan bilang mau, saya pesan 2 ojek..

Untungnya sih abang ojeknya mengetahui lokasi hotel saya,
Jadi sayapun tak perlu binggung menjelaskan harus jalan lewat mana lagi. 


Saking padatnya BALI saat tahun baru ini,
sampai si abang ojek harus manjat manjat lewat trotoar,
gak jauh beda deh dari Motor-motor jakarta.

Entah karena hotelnya yang emang jauuh atau -
perasaan saya yang sudah tidak nyaman,
dari tadi kok gak sampai-sampai.
Anak saya yang kecilpun sudah ketiduran di motor hihik.

Dan jalanan yang macetpun sudah kita lalui,
tampak jalan menuju hotel kita sudah dekat dan finally, 
saya sampai juga di Hotel

10 menit berikutnya,
suami saya Βaru menyusul sampai ke hotel,
ternyata ojek pertama yang dia tumpangi ban nya mendadak bocor, welaahdalah?
Akhirnya untung ganti ojek,
malah si tukang ojek baru gak tau lokasi hotel Santika,
meskipun sangat dekat dari lokasi dia mangkal, Wadduh??

Mau Tau berapa ongkos ojeknya? Saya bayar 50 ribu,
padahal jika minta 100rb pun saya iklas bayar. 
Jika Lihat kondisi tadi yang crowded bgt.. 

Jam 1 malam sampai Hotel,
Jaket dan baju semua Basah..
Buru-buru ganti Baju anak
dan Juga segera Sms Sopir rental,
Kalau besok di undur Jemput Jam 11 saja waah..! 


Baca Juga
Hari ke2-->BALI Safari , cantik banget
shopping oleh-oleh BALI
bali hai--> kereeen abis

 

 

 

No comments:

Post a Comment

..Semoga bacaan ini bermanfaat, Jangan lupa tinggalkan komentar ya..
----Terima Kasih---