23 October 2014

Cerita dari Dusun bambu

Sesuai dengan Planning liburan di Bandung, dari Padma Hotel 
(meskipun belum puas menginap disini) kita lanjut ke Dusun Bambu Bandung.

Sempat pake nyasar ke sini, akhirnyan muter balik (pake Jauh)

Kangen, Angin sejuk dan  Sepoi-sepoi disini


Petunjuk Jalan Besar Dusun Bambu seperti gambar ini.

Petunjuk Jalan Menuju Dusun Bambu Bandung ini (ini Pasti bener gak pake nyasar) : 

Patokan dari Kampung Gajah atau Kampung daun dari Jl. Sersan Bajuri, 
masih lurus menuju ke Kampus Advent Indonesia (ikuti Petunjuk Jalan/ GPRS anda), 
setelah ketemu Kampus Advent Indonesia lanjut cari Curug Cimahi, 
Lurus saja ikuti jalan sampai bertemu dengan Petunjuk Jalan Besar Dusun Bambu seperti gambar ini. belok kanan,
Sampai bertemu dengan umbul-umbul warna warni dan tulisan Dusun Bambu  


tulisan Dusun Bambu  Berada di Gang Pintu Masuk
Untuk Masuk ke Dusun Bambu Bandung,
seperti layaknya memasuki pintu Ancol/ kampung gajah (bagi yang sudah pernah)
Maka di Kenakan Biaya masuk
Seperti gambar berikut, anak-anak dibawah 3 tahun free..

Orang : 10rb
Motor : 10rb
Mobil :15rb
bus      : 20rb

Tarif masuk

Mobil Harus Parkir di Area Parkir mobil, kemudian kita bisa menaiki Suttle bus yang telah disediakan (free), namun Jika Ramai bisa juga jalan santai cuma 10menit menuju kawasan Restoran.

*Setelah kesini, baru tau kalo konsep Dusun Bambu Bandung ini adalah konsep restoran 
 dan  bukanlah Konsep Playground seperti kebanyakan wisata di bandung.


Jangan Lupa foto di Icon Bambu ini


foto wajib disini..

menaiki Suttle bus yang telah di sediakan

Suttle bus tersebut berhenti di Pasar Khatulistiwa
untungnya sekarang bukan weekend, jadi lumayan sepi dan enjoy..

Sampai disana sudah jam 12 siang,




kita mencoba memasuki dan menelusuri kawasan 15Hektar ini…
(dengan Berjalan Kaki)
Area disini :

1. Pasar Khatulistiwa
   
    Menu makanan disini ibarat foodcourt, 
    terdapat beberapa Aneka pedagang yang menjual makanannya, namun sayang sekali,
Penjualan makanan disini menggunakan sistem Uang Monopoly  (merepotkan saja).
   Jadi uang Asli di tukarkan nilainya dengan Uang Monopoly Dusun Bambu, (nilainya sih sama), 
   Jadi kita berbelanja harus menggunakan uang monopoly ini.
   Saya sih selalu tidak senang dengan Sistem Foodcourt begini
   intinya sih biar berkesan dan unik, dan tentu saja semacam sistem bagi hasil pengelola
   Tapi percaya deh sistem begini..ini bikin ilfil pengunjung..

   Belum lagi, ketika saya di lantai 2,
   ingin beli minuman tapi uangnya (monopolynya) kurang,
   saya di haruskan ke lantai bawah lagi, untuk menukar uang monopoly.
   kemudian ambil minuman lagi ke lantai 2.
   (sementara pada hari weekday, counter uang monopoly tutup..)
   uuh gak lagi-lagi deh belanja di Pasar Khatulistiwa

   Dan Bad newsnya, uang yang sudah di tukarkan, tidak bisa di Refund, 
   (makin malas ke sini deeugh)
   tapi masih bisa di pakai kapan saja jika ingin ke sini lagi. (gak janji..)
   makan disini meskipun cukup mahal, tapi lumayan enak…
 
   Harga makanan disini, seperti Mie goreng Rp 35rb, bakso 25rb
   Pempek @10rb, Waffle 25rb dll
   Karena weekday, tidak semua pedagang di Pasar Khatulistiwa ini yang buka
   (Tapi boleh kok membawa makanan dari luar.. xixi)

Uang Monopoly (yang menyebalkan)

Sistem yang aneh, pada Lantai dasar, dengan sistem uang Rupiah

waffle es cream Rp 25rb
Si Gadis shopping makanan..
oya di Arena ini Ada ayunan dari kayu dan terdapat kayu besar
untuk permainan keseimbangan.. (Arena ini Free, dan tentu saja tanpa uang monopoly)

Main ayun-ayunan dan keseimbangan disini

cocok untuk Prewedding di Bandung

Area Foodcourt lantai 2, Pasar Khatulistiwa

Tersedia Mushalla di Pasar Khatulistiwa
Cukup bersih , namun tidak terlalu besar..
tersedia Sarung dan Mukena disini.
 
tempat shalat berada di Pasar Khatulistiwa


2. Lutung Kasarung
    Dan terdapat lagi Restoran disini dengan Konsep seperti sarang burung,
    namanya  Lutung Kasarung

    namun sayang banget, saat saya sedang kesana sedang renovasi hiikss…
    Padahal tujuan utamanya,  Lunch disarang burung
    kecewa beraat..

Lutung Kasarung
Renovasi Lutung Kasarung


3. kampung Layung
4. Saung Purbasari
5. Sampan Sangkuriang

3, 4, 5, Resto ini konsepnya seperti Rumah adat,
di tengahnya terdapat Area Sampan namanya Sampan Sangkuriang
Meskipun ada petugas sampan, namun harus hati-hati,
karena tidak menggunakan Pelampung disini
(Area ini mengingatkan saya seperti di di daerah garut ya…)
Seru juga bersantai disini…

Sepertinya untuk HeliPad haha Lupakan

area Saung Purbasari

6. Area Burangrang
Jika ingin sedikit santai dan tidak menyukai Sistem Uang Monopoly,
bisa ke Area ini konsepnya seperti restoran.
tersedia indor dan outdoor

outdoor Area Burangrang

indoor Area Burangrang


restoran ini yang paling luas,
dan terdapat konsep Restoran dan seperti di alam bebas,
di tengah-tengah terdapat aliran sungai buatan yang di lengkapi oleh batu-batu besar,
dan banyak tenda-tenda putih berjejer disini,

karena saya ke sini weekday jadi tenda ini semua ditutup.
(itulah gak enaknya kalo datang weekday)


aliran sungai buatan yang di lengkapi oleh batu-batu besar


Salah satu acara Killing time :)

Foto Favorite saya

Karena tidak Ada kegiatan dan tidak tahu lagi mau kemana,maka kita killing time disini…
 foto-foto di ilalang, di aliran sungai dan berbagai semua spot yang keren untuk foto-foto. 
tidur-tiduran di Area tenda putih, sambil menikmati  bunyi semilir air dan segarnya udara di sini.. (jarang banget udara di Jakarta seperti ini)


Cari saja Tenda Seperti Pengunsian, berarti Menuju Area Permainan Anak
Lupakan foto ini, beberapa acara Killing time :)
Abaikan saja foto ini


sayangnya disini, lagi-lagi karena weekday,
untuk wahana permainan anak-anak tidak semuanya buka,
hanya memancing ikan dan wahana memanah saja yang tersedia..

(anak-anak cukup kecewa juga saat itu),

kalaupun weekend sepertinya tidak terlalu banyak pilihan permainan di area Dusun bambu ini.. seperti yang di tulis di atas, Konsep Dusun bambu ini Full Restoran,
(karena kabarnya ownernya sama dengan Kampung daun)

Dont try this at dusun Bambu  weeek...

Tarif permainan


 oya, kita ketemu dengan Indi Bahren bersama keluarga disini.. 
(lagi-lagi karena saya lagi kucel, saya malu kalo minta foto bareng hiiiks)


si Gadis bermain di aliran Sungai Buatan..

5. Area Camping
Setelah membaca referensi yang lainnya, u
ntuk camping disini Ratenya Super tinggi sekitar 1,6juta hanya untuk 2 orangh,
lebih dari 2 orang kena charge lagi (hampir sama dengan Hotel bintang 5),
jadinya saya tidak memutuskan ke Area ini.

Meskipun Dusun Bambu ini, katanya buka jam 10 malam
Namun Jam 5 sore kita memutuskan dinner di Kampung Daun saja

untuk Balik ke Parkiran mobil,
masih tersedia Stulle Bus..
namun kita memilih Jalan kaki..

Dekat kok..
ternyata gak lebih dari 10 menit
dan pemandangannya Indah banget...
Hijaunya Dusun Bambu
ditambah dengan adanya Area yang di bentuk seperti sawah buatan...


Sawah buatan
nb :
-Bagi yang ingin santai bisa mengunjungi Dusun bamboo Bandung,  Area nya cukup santai dan sejuk.
-Hindari datang jika cuaca hujan, karena Spot area ini full outdoor
-Jika anda tertarik camping bisa mencoba di sini.

No comments:

Post a Comment

..Semoga bacaan ini bermanfaat, Jangan lupa tinggalkan komentar ya..
----Terima Kasih---