01 November 2013

Ini Rumah sakit atau Pasar?

Ini, ke 3 kalinya, saya ke dokter gigi di rs. Tarakan.
Bisa jadi ini, tempat dokter gigi favorite saya.. (Catat favorite karena cukup murah hiiks)



Seperti Sedang di Pasar

Layaknya berada di rumah sakit umum, maka tak heran ramai pengunjung.
Tapi kali ini, saya cukup kaget, karena pengunjung amat ramai waktu itu..
Dengan fasilitas kursi yang cukup banyak, pengunjung ngantri sesuai antrian, dengan membawa berkas.
Ooww saya baru sadar, rumah sakit tarakan ini, merupakan rumah sakit umum, dan merupakan mayoritas rujukan dari puskesmas, dan hampir 1 tahun ini, ikut program pemerintah KJS (Kartu Jakarta Sehat) yang di launching oleh Jokowi.


Mmm..pantas aja rumah sakit ini, rameee beneer, sampai-sampai saya merasa tidak sedang berada dirumah sakit, saya merasa sedang berada di PASAR.!
Bahkan saya dengar teriakan seorang satpam saat itu, antrian maksimal no.500, jika lewat no.500, maka silahkan antri esok hari..weleh welleh..,kapan sembuhnya?
Jika pasien sampai no.500 trus pasien nunggu sampai jam berapa ya untuk pengobatan. Kasihan..
Saya kurang mengetahui prosesur KJS, sehingga pasien harus menunggu lama.




Wah beruntung saya tidak ikut antrian KJS,
saya ikut Pasien Umum. begitu datang di rs. Tarakan, saya langsung ikut antri di bagian pendaftaran pasien lama, (silahkan antri di pasien baru, jika belum pernah berobat di rs.). 

Begitu menyerahkan kartu pasien yang berwarna hijau. Sebutkan kita ingin ke klinik mana. Kemudian, dari bagian pendaftaran langsung menuju kasir.. (Tanpa membawa berkas apapun, karena sistem sudah terkoneksi). 

Kemudian pasien membayar Rp 30rb untuk biaya adm. (Ternyata rumah sakit manapun, biaya adm tetap ada ya, kecuali puskesmas hiiks)


Rincian biaya untuk Rongent


Untuk aneka klinik ada di lantai 2,
Klinik gigi juga berada di lantai 2, begitu naik tangga langsung belok kiri, klinik gigi berada di urutan pertama..
Dan untungnya lagi..begitu saya berada dilantai 2, nomor saya langsung tertera.di bagian layar ruang tunggu (depan klinik). Jadi tanpa antrian panjang saya langsung masuk.. (Waah seperti membeli tiket express, padahal pengunjung cukup banyak saat itu) saya kurang tahu, mereka antri di klinik apa saja. Yang jelas kursi penuh dan tidak ada yang kosong.

Begitu masuk di ruang klinik gigi. Hebatnya lagi,
Tanpa ada berkas/status pasien pun, dokter cepat melayani.(hebat atau pengen buru2 yaa?)
Ada 3 dokter gigi saat itu +2 suster)
Dengan suara yang sedikit tinggi, Dokter menanyakan, saya sakit apa? Saya bilang bla..bla..
Dokter langsung cek gigi saya..., mmm..dia langsung menyuruh saya ke ruang Rongent (*baca ronsen), karena katanya ada yang bengkak..

Dengan Hanya modal surat Rongent (meskipun status pasien belum ada), saya menuju ke ruang Rongent yang berada di lantai 1, tepatnya berada di dalam ruang UGD. (Entah bagaimana layout rs. Ini, tampak tidak enak sekali, layout banyak penambahan ruangan dan pastinya minus arsitek)

Untuk Rongent gigi biasa saya dikenakan biaya RP 75rb, lumayan mahal sih, karena untuk ukuran puskesmas waktu itu cuma 15rb (walaah disamakan dengan puskesmas) hahha.

Mungkin karena Rongent gigi tidak terlalu favorite, atau saya menggunakan jalur Umum maka untuk penanganan dan hasil rontegn saya tidak butuh waktu lama, rasanya tidak lebih dari 10 menit.



Namun sedikit shock ketika berada diruang Rongent..
Banyak banget nyamuk-nyamuk berkeliaran,  yaa ampun, nyamuknya montok-montok lagi, badannya gemuk-gemuk, iih saya sampai merinding loh lihatnya, kok bisa ya rumah sakit banyak nyamuk begini..
saya sampai takut ketularan demam berdarah saat itu, maklum lah rs tarakan khan identik dengan DBD, mana saat itu di dalam ruangan UGD, bagian atasnya tempat rawat inap..duuh pengen cepat2 keluar ruangan.
Dan herannya, suster yang di bagian ruangan Rongent, seolah-olah sudah terbiasa dengan keberadaan nyamuk sana..(ampun deh!)

Setelah membawa Rongent, kembali ke klinik gigi.
Sambil berdiri, Dokternya bilang, gigi kamu kayaknya ga ada apa apa nih, ga ada yang bengkak.. Udah dokternya kembali keruangan belakangnya. Tanpa ngasih obat atau apa.. Dan benggong2 lah saya hiiks..
(Entah kenapa, dibagian klinik gigi, ada ruang sekat/pembatas,dimana dokternya bisa sembunyi dan berkumpul dengan teman2 nya sesama dokter, sambil gosip2 dan makan-makan).

Akhirnya daripada gigi saya tetap sakit, mendingan sekalian saya minta dibersihkan karang gigi, karena saya pasien umum non askes, saya dikenakan biaya Rp 150rb (untuk pembersihan karang gigi atas dan bawah).
Dan ajaib..yang membersihkan karang gigi di RS. Tarakan ini adalah suster-susternya. Entahlah apakah ada suster yang lulusan tsb, atau belajar otodidak dari sang dokter.
(Yang jelas, biasanya di klinik lain termasuk puskesmas, sang dokter gigi-lah yang langsung membersihkan karang gigi pasien )
Saat gigi saya sedang dibersihkan oleh suster di Rs tarakan ini oleh suster. sementara dokter giginya, sibuk nge-rumpi, dibelakang sekat/pembatas para dokter gigi. sibuk nge-ngosip berita sedang-in saat itu. Saat itu menggosipkan dinasti ratu atut, sang gubenur banten.

Mm..itulah bedanya dokter gigi di RS.umum dengan dokter gigi di klinik swasta/independent.
Harga boleh murah, tapi pelayanan nya juga tampak murahan..
Tiap saya ke sana, dokternya selalu dengan nada tinggi, seolah olah pasien yang datang kesana layak dibentak. (sepertinya memang sudah menjadi kebiasaan dan pelayanan baku terhadap pelayanan rakyat menengah kebawah, dokternya cuek, gak mau basa basi terhadap pasien, dan sering memandang sebelah mata).

Coba kita bandingkan jika berkunjung ke rumah sakit swasta/kliknik independent lainnya. 
Pasti dokternya akan melayani sepenuh hati. Tergur sapa, lihat riwayat pasien, nanya sakit apa bla-bla, dan tentunya dengan suara rendah yang di atur..tentulah harga yang cukup fantastis membedakan pelayanan dokter tersebut.

Memang paling tidak enak menjadi rakyat kelas bawah.. 

Akhirnya dari pada saya makin stress dengan perbandingan,
saya mendingan makan di Foodcourt RS Tarakan..
aiit..jangan bayangin foodcourt dengan ruangan ber-AC dan fasilitas mewah seperti di mall ya..

foodcourt Rs.Tarakan ini, berada di pagar samping Rumah sakit, 
Dan untuk makan berada di dalam parkiran (woow), untungnya saat saya makan, tidak ada mobil yang keluar masuk..
kalau iya, tentusaja bercampur polusi kendaraan dengan Asap sate saya hehehe



di Foodcourt RS Tarakan..

 

RS Umum Daerah Tarakan

Jl. Kyai Caringin No. 7 Gambir Jakarta Pusat, DKI Jakarta, Indonesia 10150
Phone: (021) 3503150
Fax: (021) 3810149
Email: rsudtarakan@yahoo.com



baca juga :

Promo laser agne dr. Heni Safitri

Ini Rumah sakit atau Pasar?

Sakit ? Ke apotek saja..

Rumah sakit,bukan arena bermain

Kenapa orang Indonesia berobat ke Malacca??

Jagalah kesehatan, karena sebagian daripada mahal.

melihat papa--> yang sedang sakit

Pasar burung Pramuka---> mau beli burung ataupun Obat, B.I.S.A !!

Kursi Tongkat --> akhirnya dirimu kutemukan

Dzi mendadak Lowbatt !!



2 comments:

  1. Maklum mbak, terlalu banyak pasien, sehingga stress tinggi. Coba kalau datang di tempat praktik pribadinya yang agak sepi. kemungkinan lebih lunak dan banyak senyum

    ReplyDelete
  2. Heart disease--> hihihi, karena yakin sama pasien bakal balik, maka pelayanannya gitu kali ya

    ReplyDelete

..Semoga bacaan ini bermanfaat, Jangan lupa tinggalkan komentar ya..
----Terima Kasih---