15 November 2011

Naik Ojek Ke Bandara Padang

Cerita sebelumnya :

abis itu, lanjut deh, searching beli boneka buat oleh2 anak..


jujur kalo beli boneka di Jakarta ini, nyaris susah..
kudu ke mall, itupun harganya melejit, 
beda banget kalo di pasar aur kuning ini, 

kondisi mobil travel, nyawa gue dan nyawa penumpang lainnya, sangat di tentukan oleh supir2 travel in

cuma jarak dikit dan banyak pilihannya..
harga relative harga grosir, murah meriah… 
(mm..heran khan, beli di daerah, 
justru lebih murah dibandingkan belanja di kota)
 hikhikhiksss.. 
zaman sekarang semua tersedia di kampung ini, 
dan biaya pun ga mahal2…


trus dari sana, langsung balik lagi ke RS, 
Dengan berat hati harus pamitan sama papa, dan mami 
(yang akhirnya mau melepas gue lagi ke jakarta), 
yaa..gue ga bisa lama2 melihat dan merawat papa, 
karena harus mempertimbangkan anak2 yang 
ga pernah ditinggal selama ini, dan mengingat gue harus ke BALI esok harinya…


syukurlah, tidak ada acara tangis2an, 
hanya saja terlihat wajah send umami
 (yang mungkin saja akibat kelelahan merawat papa selama ini), 
"dan papa pun, beberapa kali bilang terima kasih ke gue sudah mengunjunginya !!ooh..papa, justru aku yang sebagai anak jadi ga enak hati, karena justru orangtualah yang berkata demikian..”

karena gue berada di daerah yang agak jauh dari bandara 
(dari bukittinggi ke padang perlu jarak tempuh normal 2jam), 
mobil untuk antar ke bandara, selain mobil pribadi, 
juga bisa dengan 2 macam travel saja, banyak travel pilihan lainnya, 
namun mereka tidak siap antar ke bandara, 
cukup turun di perempatan airport saja..(hiiikss)



woowww...woow.semua travel, pada penuh, 
travel yang terkenal dipadang, selain ontime, 
tiap jam ada, dan rada aman,
 dan travel ini pun juga mau antar sampai bandara padang 
(bandara international minangkabau) yaitu travel AWR
namun sayang, 
saat itu malah kosong hanya ada jam 5 sore 
(beeeh..alamat ga pulang hari ini gue..), 
dan travel alternative yang siap antar ke bandara padng,
adalah travel armada, sayang juga travel ini hanya ada jam 2 siang..


mmm..kayaknya kesorean deh gue kalonunggu 2 travel ini…, 
yang ada malah udah ga ada pesawat lagi…



yaaa..sudah, karena tidak ada pilihan lain, k
arena mami kayaknya juga agak keberatan mengantarkan 
gue ke padang sorang diri dengan mobil pribadi, 
yang biayanya pasti bengkak, dibandingkan dengan mobil tranex,  
maka gue putuskan cukup naik travel Tranex saja, 
biasanya travel ini mangkal di pasar aurkuning, sekitar SMA 3 bukittinggi,



Dan mamipun mengantarkan gue sampai ke travel tranex
travel express , travel murah, dan aman yang 
katanya cukup rame saat ini,
biaya travel untuk Bukiitinggi-padang dan padang bukitinggi, 
hanya perlu mengeluarkan kocek Rp 15rb saja 
(berhenti di poll tranex, di wisma indah padang), 

mmm…kondisi di dalam mobil tranex ini dengan mobil LX 300 ini, 
didalamnya sedikit miris, agak kotor, 
busa jok mobilnya pun beberapa sudah ada yang bolong, 
belum lagi AC yang minus, dengan penumpang yang full, 

nyaris tidak terasa, dan gue entah beberapa kali harus mengusap peluh..
jika bisa memilih, gue lebih memilih ac alam, 
dari pada Ac mobil ini, belum lagi bercampur 
dengan bau peluh yang lainnya..cuma sayang, 
kaca mobil tranex inipun juga tidak bisa di buka..
(wo walaah??)


Jarak tempuh normal 2jam Bukiitinggi-padang 
dan padang bukitinggi sekitar 90km (sampai pusat kota), 
dan jarak tempuh Bukittinggi bandara mungkin sekitar 78km, 
jika dulu butuh waktu 2,5-3jam sekarang 
dengan kalan yang sudah bagus dan lebih besar ini, 
bisa di tempuh dengan 2-2.5jam jam saja, 
bahkan rata2 untuk mobil travel ini 
cukup waktu 1 ½ jam bukittinggi-airport MIA padang, 
dan jarak tempuh padang ke airport sekitar 1jam atau 45menit,





Jika boleh gue berkata,  
nyawa gue dan nyawa penumpang lainnya, 
sangat di tentukan oleh supir2 travel ini
rata2 supir travel padang-bukinggi ini, 
bawa mobil kayak kesetanan, salip sana, salip sini, klason sana, klason sini…


Tapi bagi masyarakat di padang/bukinggi, 
mereka sudah mengerti dengan ulah travel ini, 
sehingga kalaupun berpapasan, mereka akan mengalah, 
dan memberikan jalan, dan selama ini relatif cepat dan aman,  
minus sekali terdengar berita kecelakan dengan travel-travel ini



Untunglah gue meskipun sedikit cepat, 
sempat ketiduran juag, sesaat setelah itu, 
gue turun di perempatan airport, maklumlah travel ini, 
tidak siap antar sampai tujuan, jika kita naik 
dengan travel tranex ini dengan tujuan bandara padang/
bandara MIA padang, cukuplah bilang turun
di simpang airport/perempatan airport, 
maka sopirpun siap menurunkan anda…



status gue di Facebook



Dari perepatan sana, sudah banyak ojek 
yang menanti dan siap antar ke bandara, jika sudah planning naik ojek, 
lebih baik usahakan minus dengan barang, 
untunglah gue ga bawa anak-anak dan pasukan.


Akhirnya alhmdulillah, sampai jug gue 
di airport dengan selamat, gue naik ojek dari 
perempatan airport padang-airport mia padang 
sekitar 10menit, 
dan motorpun  tidak bisa langsung 
drop off penumpang pas di depan pintu masuk, 
sehingga motor harus parkir dulu, 
ditempat yang telah disediakan…


Untuk ongkos ojek dari perempatan Mia padang- 
lobby airport, sekitar Rp 15rb 
(mungkin bisa ditawar), 
sudah termasuk dengan drop 
off barang-barang di lobby airport.




baca juga: 
baju anak daro ketek

No comments:

Post a Comment

..Semoga bacaan ini bermanfaat, Jangan lupa tinggalkan komentar ya..
----Terima Kasih---