16 November 2011

Beli tiket dengan Calo--> pengalaman pertama


Karena pengalaman di tinggal pesawat kamaren, gue rada worry juga seh beli tiket duluan (maksudnya beli tiket belum sampai bandara), ditambah lagi, katanya kalo ke padang n bukitting sekarang waktu tempuhnya suka ga menentu, kadang tiba-tiba macet, kadangpun juga lancar sama sekali…

Apalagi, setelah di cek pun ga ada travel yang ready saat ini, (artinya travel yang ontime berangkat dan siap antar bandara), terpaksalah gue akhirnya naik travel maut ini….

Di bukittinggi, Mami sudah maksa gue buat segera beli tiket…, tapi gue ga mau..,

Satu2nya pilihan kata mami, di Airport segera cari CALO tiket..

“worry sangat”, ditambah lagi, dengan harga tiket yang selagit rasanya, bikin kantong dan hati ini, makin miris, jika sampai ditinggal pesawat, dan masih berharappun di airport sana malah dapat harag tiket yang lebih murah, karena nurut gue, harga tiket saat ini, diluar batas kewajaran….


Suasana Airport Minang Kabau International-Padang
Setelah Pamit sama Papa, sama mami dan yang lainnya, dan di antar mami juga sampai ke travel tranex terdekat…, untunglah bukittinggi padang saat itu ga pake macet, dengan jarak  1-1/2 jam ,

Jam 2.10 siang, gue sudah sampai di perempatan aiport, dilanjutkan dengan naik ojek ke airport (baca cerita sebelumnya), sungguh ini adalah pengalaman pengalaman gue naik ojek ke airport hahahhaa..cukup praktis dan menyenangkan juga

Waktu di dalam mobil travel sempat check juga harga tiket padang-jakarta, wah-wah..harga jauh melejit bahkan sampai Rp 2juta, dan itupun hanya tersedia 2pilihan penerbangan saat ini..harga normalnya seh sekitar Rp 350rb-550rb/penumpang…


harga tiket padang-jakarta, wah-wah..harga jauh melejit

Waktu di dalam Travel, suami sempat telp, karena suami tau gue bakal ke jakarta malam ini, suami bilang untuk tiket citilink besok ke BALI sudah comfirm (oh my god), kenapa dia buru2 bener????  Sementara hidup gue belum pasti besok dengan sopir travel ini hehehe, ya sudah sekalian minta tolong  sama suami check harga tiket garuda, suami bilang ada harga Rp 1.4juta jam 6 sore..

Tapi gue masih ragu, suruh suami pending dulu….(jangan beli dulu)

Tersedia beberapa counter tiket pesawat di terminal Minang Airport Intenational (MIA ) ini, beberapa pilihannya: Garuda Indonesia, Batavia Air, Sriwijaya Air, Lion Air, Air Asia (saat ini, hanya ada rute Padang-KL saja, Padang-Singapore mungkin), 

Sesampainya di airport MIA, gue buru-buru ke counter tiket Garuda Indonesia, Petugasnya Bilang 

"hanya ada 1 pesawat di sore ini, sekitar jam 6, dan Seatnya hanya ada kelas Excekutif Rp 3.3juta??? "
waaah..waaah..??,  kok lebih mahal ya, padahal suami gue tadi bilang tiket garuda via online harga Rp 1.4juta jam 6 sore.. (itupun juga gue sangat merasa kemahalan), beralih dari counter Garuda, gue mampir ke Counter Lion Air di airport MIA ini, dan Petugasnya pun bilang 
“semua tiket penerbangan Hari ini sudah Habis, tak tersisa satupun, termasuk penerbangan malam hari” 

oooh-ooh…Oh my goodness…what should I do???, Bagaimana nasib gue ini??? Beli tiket online khah sama suami??? Trus bayarnya di airport ini???

mmm..ga lama setelah itu, ada bapak-bapak yang nyamperin gue, nanyain nyari tiket buat kemana??, nah ini dia si bapak ini yang udah gue tunggu-tunggu, hahaha, dialah sang penyelamat gue saat ini, bapak tersebut nanyain, 
“mau ke Jakarta ni??, iyo, berapa urang ??? (berapa orang), satu orang saja….”

Trus bergegas dia, ambil Hp nya dan call temannya, serta pinjam KTP gue…

Dan bapak tersebut bilang, “ ya tiket Ada ni, jam 3.25 sore ini”

Ooooh syukurlah Ya Allah…..

lagi-lagi bapak tersebut bilang, Tapi ni, harga yang tertera di tiket ini Rp 1.350.000, tapi uni harus tambahin dari jumlah segitu, termasuk untuk temannya yang nyariin, beserta tips buat dia (se-ikhlasnya), maksudnya bapak tadi minta di tambahin tips buat dia dan cuat calo yang lain…

Gue bilang oke-lah..tolong di atur ajah, asal gue jangan sampe ketinggalan pesawat lagi..hiiikkss….


Emang seh, jika dibandingkan dengan tiket Garuda Indonesia via online,jam 6 sore yang dicarikan suami tadi, harganya sama Rp 1.4juta, namun dengan pesawat Lion Air ini, gue ga pake nunggu lama,sebentar lagi berangkat,  jika dengan flight garuda, udah pasti gue kudu nunggu 3jam lagi, belum termasuk delay..di aiport ini..(hal yang sangat menjenuhkan), meskipun nanti di pesawat garuda Indonesia, kita bakal di suguhkan makan malam….

Oke deh, gue pilih yang cepat dan praktis aja, ga pake makan malam pun juga oke,  jadi nyampe jakartapun ga malam2 amat, kasihan anak2 karena besok nya kita udah ready buat tour ke BALI

Lanjut dari Bapak Calo di airport tadi, begitu tadi gue bilang oke, dia suruh gue nunggu di depan, (jarak 200 meter dari counter), mmm sekitar 10menit (terasa begitu sangat lama, dan deg-degan), sementara gue selalu bolak balik perhatikan bapak tersebut, rupanya bapak itu ga jauh-jauh berada dari counter, entah kenapa sebabnya dia begitu lama mencarikan untuk sebuah tiket yang sudah pasti ada…(katanya), berarti permainan calo tiket ini, sangat jelas dengan orang Dalam, kenapa petugas tadi, sampai tega-teganya dia bilang tiket sudah terjual semua??, toh dia di Gaji dari Counter tersebut kok, kenapa harus bela-belain makan uang haram, yang nilainya ga seberapa??? (sangat menyedihkan sekali).

Setelah 10 menit, si bapak tadi  nyamperin gue, dia bilang tiket udah Fixed, dia minta dulu uangnya..Oke karena tiket Rp 1.350.000+ tips buat orang dalam (2 orang, se ikhlasnya) maka gue kasih tambah Rp 50.000 + tips buat bapak tersebut Rp 100.000 (oke deh bapaknya mau..),

Setelah  uang gue kasih, beberapa menit setelah itu, bapak calo tersebut kembali datang nyamperin gue, dengan menunjukkan selembar kertas putih, disana sudah tertera nama gue, sesuai KTP, dan menunjukkan jam penerbangan yang sebentar lagi… (ooh..terima Kasih Tuhan)…

Yaaa.. memang, saat ini, sedang galak-galaknya pemberantasan calo tiket semua Airport, termasuk calo tiket kereta Api, gue pun sebelumnya cukup mendukung program ini, cuma di kondisi mepet saat ini, lupakanlah program penghapusan calo, justru saat ini, gue sangat berterima kasih sama Bapak calo ini…

Dan maaf dengan berat hati, gue ga berani foto beliau…cukuplah sudah, gue bisa pergi aman dari airport MIA menuju Airport Soeta…, dan Bapak tersebutpun cukup aman terlindungi dari paparazzi kamera gue..

Ini..adalah, pengalaman pertama gue beli tiket dengan Calo, basanya gue selalu beli tiket di travel agent, ataupun tiket online jauh sebelum hari H,

Dan sungguh, ini adalah Tiket Termahal yang pernah gue beli dalam hidup ini…

Total beli tiket saat itu Rp 1.500.000/penumpang…, sebelumnya mentok-mentok gue beli tiket Jakarta Padang Rp 550.000, atau terakhir dengan flight garuda kemaren Rp 950.000/penumpang.. hiiiksss sangat miris mengingat, harus mengeluarkan kocek, untuk beli tiket se mahal ini…



status gue di FB, saat itu


Yaa jika ga butuh2 banget, jika ga mendesak, gue ga akan beli semahal itu,

Dan syukurlah gue ga bawa pasukan,  apa jadinya jika gue bawa pasukan, enath berapa nilai tiket yang harus gue keluarkan, dan itupun juga ga menjamin gue langsung dapat tiket, meskipun dari calo (karena biasanya calo hanya berani jual 1-2 orang penumpang saja)

mmm…dalam ruang tunggu bandara MIA pun juga ga nyaman, sungguh penuh dan crowded, untuk dapat tempat dudukpun sudah syukur,


Ruang Tunggu Airport MIA, sunggu crowded
  
saat itu ada 2 penerbangan yang delay sriwijaya dan batavia air ke Medan (menambah crowdednya suasana ruang tunggu saat itu), penumpang di hibur dengan makan siang atau malam (waktu sudah jam 4saat itu), termasuk Pesawat Lion Air yang gue tumpangi saat inipun delay 1 jam (minus makanan extra),  maklum atau di harap maklum dengan delay pesawat ini, untuk penerbangan lion air  padang-jakarta, dan Jakarta padang ini, bisa 7 penerbangan dalam 1 hari, jalur padat ya, dan hebatnya tiketnya Habis terjual…GOOD jobs…!!, perlu mutu dan kualitas yang lebih ditingkatkan bro…jangan hanya jalur saja yang dipadatkan…
 
Maaf, bukan banyak bacot, ketika menaiki pesawat Lion Air ini, (kebetulan gue masuk dari Pintu Belakang), Prmugari tidak seperti biasanya, menunggu di depan pintu masuk), malah hanya bengong berdiri diantara banggu nomor 30,  Tak seperti biasanya dengan pesawat lain, Tidak ada tegur sapa, "selamat datang bu, selamat malam pak, bla-bla", pramugari ini sungguh cueknya...dengan muka yang cemberut tak enak dilihat...---> okelah mungkin dengan jadwal yang padat, mungkin kecapek-an bolak-balik...

Dan begitu pesawat landing pun, pramugari ini tetap dengan cuek nya, Tidak ada tegur sapa, atau salam hangat seperti pramugari di flight biasanya "terima kasih pak, terima kasih bu..", Pramugari Lion Air ini, malah dengan cueknya berdiri santai, dan sibuk dengan Kancing Bajunya--> entahlah, apanya yang sedang rusak saat itu...

uugggh..makin miris dengan flight ini..., harga tiket mahal, jalur padat, tapi mutu dan kualitas malah makin jelek, jangan sampai jadi Singa Ompong ya pak direktur..!!


"Because No other choice" , jangan sampai jadi Singa Ompong ya pak direktur..!!

Dan kondisi Toilet di ruang tunggu Bandara MIA pun juga sangat miris…hanya tersedia 2 kloset kamar mandi, dan semua penuh dengan becek dengan Air, dan tampak kotor sana sini, entahlah Penguna toilet ini yang tak pandai, atau emang petugasnya yang malas untuk segera membersihkan, padahal petugas tampak ada di depan toilet ini…., sangat berkebalikan dengan toilet-toilet yang ada di Mall Jakarta, atau bahkan airport-airport luar negeri.. ini kah, cermin airport international kita???, mmm siapakah yang akan pedulu atau ambil peduli???



Kondisi Toilet di ruang tunggu Bandarpun juga sangat miris

Flight delay 1 jam… (yaa, karena kondisi gue yang terburu2 tadi, atau karena gue berpegian sendiran, sehingga waktu 1 jam nyaris tak berasa lama),

Sempat ngobrol dan nanya tiket dengan salah satu penumpang, dia hanya beli Rp 600rb, dan PP 1.2juta hiiiksss..makin miris, dan kantong ini terasa makin sobek, ketika beli tiket Rp 1.5juta (padang-jakarta ini)….

Pengambilan bagasi di soeta, di malam Hari...

Dan semua terhapus, ketika bisa berkumpul lagi dengan anak-anak dan keluarga kecil ku, melihat mereka, sungguh menghapus lelah dan beban ini… (terimakasih anak-anak ku, terima kasih suamiku…) 

nb: harusnya pemerintah, memberikan ketentuan kebijakan untuk tarif flight, mmm jangan membiarkan semua penerbangan, menentukan harga semau gue…hiiiksss…



Next story:
Hari pertama di BALI--->kuta diwaktu malam+romantic dinner


baca juga: 


























No comments:

Post a Comment

..Semoga bacaan ini bermanfaat, Jangan lupa tinggalkan komentar ya..
----Terima Kasih---